RSS

Kebudayaan Negara Arab

Kawasan budaya Arab pertama kali ialah wilayah yang meliputi Jazirah Arabia, ketika Islam datang dan menyebar ke wilayah sekitarnya, maka terislamkanlah wilayah sekitar tersebut dan terarabkan sebagai konsekuensi logis dari Islam yang dibawa oleh bangsa Arab. Dengan demikian jadilah Mesir dan Afrika Utara berbudaya Arab, demikian pula Irak yang dahulunya dalam pengaruh Persia dan Syria yang berkebudayaan Byzantium.
Bila disebut kawasan kebudayaan Arab  maka paling tidak saat ini meliputi wilayah Timur Tengah, Bulan Sabit Subur, Teluk Persia, dan Afrika Utara. Sebelum membicarakan panjang lebar tentang wilayah tersebut haruslah diketahui terlebih dahulu apa yang disebut sebagai kawasan kebudayaan Arab dengan ciri-ciri khas yang membedakan wilayah yang lain.
Budaya merupakan daya atau potensi dari cipta, karsa dan rasa manusia yang ada di kawasan tertentu. Dengan demikian, maka budaya Arab ialah potensi yang ada pada manusia yang akan mencipta dan berkehendak serta cara merasa yang didominasi nuansa Arab. Ciri-cirinya antara lain ialah penggunaan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar daam pergaulan hidup sehari-hari dan bahasa ilmiah sebagai bahasa ilmu pengetahuan.
Walau demikian bahasa ini akan dipengaruhi lokasi tempat tinggal yang berdiam warganya di suatu tempat itu dalam jangka lama sehingga membedakan antara bahasa Arab Saudi dengan Mesir atau Afrika Utara. Ciri yang lain ialah digunakannya bahasa Arab itu oleh mayoritas kaum muslimin, memang bahasa kitab mereka adalah bahasa Arab. Dalam hal ini mereka yang beragama selain Islam pun memakai bahasa Arab bila mereka berdiam di kawasan berbahasa Arab, seperti orang-orang Aran Lebanon yang beragama Kristen. Demikian pula kita yang berada di kawasan Nusantara, berbudaya Melayu bukan berbudaya Arab walau orang-orang melayu beragama Islam.
Dari segi fisik, mereka juga mempunyai ciri-ciri khusus. Orang-orang berasal dari kawasan kebudayaan arab mempunyai postur tubuh tegap, besar, tinggi, berambut keriting dan berhidung mancung. Kondisi geografis mereka juga membedakan dengan letak wilayah yang lain yang mempunyai ciri khas tertentu dengan segala tumbuhan atau binatang yang hidup di kawasan tersebut. Seperti lingkungan paang pasir yang luas, sedikit curah hujan, banyak gunung berbatu dan kandungan mineral yang hampir sama di wilayah tersebut, yang akhir-akhir ini banyak ditemukan cadangan minyak bumi yang melimpah.
Kawasan berbudaya Arab sebelumnya terdiri dari banyak budaya dan etnis Barbar di Afrika Utara, Persia di Irak dan budaya Suryani di Syria. Pada saat tersebarnya Islam ke kawasan tersebut maka di samping mereka menjadi Islam juga menjadi berbudaya Arab karena Islam berbasis pada bahasa Arab sebagaimana terlihat dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits Nabi Muhammad Saw. Kawasan Syam yakni Syria, Palestina, Yordania, sekarang ini menjadi Islam sejak masa Khulafaurrasyidin. Bahkan Irak yang berbudaya Pada saat itu telah pula diislamkan, demikian juga Mesir, sedangkan Afrika Utara diislamkan secara intensif di masa Daulah Bani Umayah, bahkan Islam berhasil melangkah ke Spanyol, dan terarabkanlah budaya di sana.
Di kawasan berkebudayaan Arab tersebut silih berganti berkuasa para raja, khalifah dan presiden di masa modern ini. Mereka itu mayoritas pada saat sekarang ini beragama Islam dan memakai bahasa Arab, serta masuk ke dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). Mereka juga mayoritas menjadi negara pengekspor minyak, walau tidak semua negara itu masuk ke dalam organisasi pengekspor minyak (OPEC/Organization of Petroleum Eksporting Countries). Dalam abad ke dua puluh ini mereka juga menghadapi problem yang hampir sama, yakni melepaskan diri dari dominasi kekuasaan asing. Barat, dan menghadapi musuh bersama, yakni bercokolnya negara Yahudi Israel.
 Timur Tengah, menurut Peretz adalah wilayah yang meliputi Turki, Iran, Israel, Lebanon, Irak, Yordania, Syria, Mesir, dan kerajaan-kerajaan yang ada di kawasan Teluk Persia.
Kawasan budaya Arab terdiri dari Timur Tengah dan Afrika Utara, meliputi Maroko, Aljazair, Tunisia dan Lybia. Walaupun Mesir terletak di Afrika Utara tetapi sejak dahulu negeri Lembah Nil itu tidak mau dimasukkan ke wilayah Afrika Utara, karena mempunyai perkembangan budaya dan peradabannya sendiri sejak zaman Fir’aun, jauh sebelum permulaan abad Masehi.
 Bangsa Arab mempunyai akar panjang dalam sejarah, mereka termasuk ras atau rumpun bangsa Caucasoid, dalam sub ras Mediteranean yang anggotanya meliputi wilayah sekitar Laut Tengah, Afrika Utara, Armenia, Arabia dan Irania.
Bangsa Arab hidup berpindah-pindah, karena tanahnya terdiri dari gurun pasir yang kering dan sangat sedikit sekali turun hujan. Perpindahan mereka dari satu tempat ke tempat yang lain itu mengikuti tumbuhnya stepa atau padang rumput yang tumbuh secara sporadis di tanah Arab sekitar oasis atau genangan air setelah turun hujan. Padang rumput diperlukan oleh bangsa Arab yang disebut juga bangsa Badawi, Badawah, Badui, guna mengembalakan ternak mereka yang berupa domba dan unta serta kuda, sebagai binatang unggulannya.
Mereka mendiami wilayah jazirah Arabia yang dahulu merupakan sambungan dari wilayah gurun yang membentang dari Barat, Sahara di Afrika hingga ke Timur melintasi Asia, Iran Tengah dan Gurun Gobi di Cina. Wilayah itu sangat kering dan panas karena uap air laut yang ada di sekitarnya (Laut Merah, Lautan Hindia dan Laut Arab) tidak memenuhi kebutuhan untuk mendinginkan daratan luas yang berbatu itu. Penduduk Arab tinggal di kemah-kemah dan hidup berburu untuk mencari nafkah, bukan bertani dan berdagang yang tidak diyakini sebagai kehormatan bagi mereka, memang negeri itu susah untuk ditanami.
Bangsa Arab terdiri dari berbagai suku bangsa yang tersebar di seluruh Jazirah Arabia. Mereka kebanyakan mendiami wilayah pinggiran Jazirah, dan sedikit yang tinggal di pedalaman. Pada masa dahulu tanah Arab itu dapat dibagi menjadi tiga bagian.
1.      Arab Petrix atau Petraea, yakni wilayah yang terletak di sebelah Barat Daya Gurun Syria, dengan Petra sebagai pusatnya.
2.      Arab Diserta atau Gurun Syria, yang kemudian dipakai untuk menyebut seluruh Jazirah Arab karena tanahnya tidak subur.
3.      Arab Felix, wilayah hijau (Green Land) atau wilayah yang berbahagia (Happy Land), yakni wilayah Yaman yang memiliki kebudayaan maju dengan kerajaan Saba’ dan Ma’in.
Bangsa Arab itu dibagi kepada dua, yakni Qahtan dan Adnan. Qahtan semula berdiam di Yaman, namun setelah hancurnya bendungan Ma’rib sekitar tahun 120 SM, mereka berimigrasi ke Utara dan mendirikan kerajaan Hirah dan Gassan. Sedangkan Adnan adalah keturunan Ismail Ibn Ibrahim yang banyak mendiami Arabia dan Hijaz.
Bangsa Arab telah dapat mendirikan kerajaan, di antaranya ialah Saba’, Ma’in dan Qutban serta Himyar, semuanya di Yaman. Di Utara Jazirah berdiri kerajaan Hirah (Manadirah) dan Gassan (Gassasinah). Hijaz menunjukkan wilayah yang tetap merdeka sejak dahulu karena miskin daerahnya, namun terdapat tempat suci, yakni Mekkah yang di dalamnya berdiri Ka’bah sebagai pusat beribadah sejak dahulu, di samping itu ada sumur Zamzam yang ada sejak Nabi Ismail. Di kawasan itu juga terdapat Yasrib yang merupakan daerah subur sejak dahulu.
Mekkah selalu ramai didatangi oleh para peziarah haji pada bulan-bulan haji. Sudah ada pengaturan kekuasaan di Mekkah sejak dahulu. Suku Amaliqah adalah yang paling berkuasa di sana sebelum lahirnya Ismail. Kemudian datang suku Jurhum ke Mekkah dan datang menggeser kedudukan Amaliqah. Ketika Jurhum berkuasa itu lahirlah Ismail lalu kawin dengan anggota suku tersebut. Cukup lama Jurhum menguasai Mekkah, yang nantinya oleh suku Khuza’ah pada tahun 207 SM. Di bawah pimpinan Qusai. Ialah yang mengatur urusan yang berkenaan dengan Ka’bah. Ia meninggal dunia tahun 480 M. dan diganti oleh kakaknya, Abdul Dar. Tetapi sepeninggal Abdul Dar terjadi perselisihan antara cucu-cucu Qusai dan anak-anak saudaranya, Abdul Manaf. Mengenai sipakah yang berhak mewarisi kekuasaan atas Mekkah.
Pertentangan itu diselesaikan dengan membagi kekuasaan, yakni pengaturan air dan pajak atas Mekkah diserahkan kepada Abdus Syam, penjagaan Ka’bah diserahkan kepada cucu-cucu Abdul Dar. Sedangkan Abdus Syam menyerahkan lagi urusannya kepada saudaranya yang bernama Hasyim. Tetapi anak Abdus Syam Umaiyah, berlaku sombong memusuhi pamannya sendiri Hasyim. Urusan-urusan itu akhirnya dipegang oleh anak Hasyim, Abdul Mutalib, kakek Nabi Muhammad Saw. Ia merupakan orang yang terhormat, bijaksana, dalam memegang tampuk pemerintahan atas Mekkah sehingga dapat bertahan sampai 59 tahun memerintah kota itu. Ia mempunyai banyak anak dan diantaranya anak-anaknya itu ialah Abdullah, ayah Muhammad Saw.
Penduduk Arab menganut agama yang bermacam-macam, antara lain yang terkenal adalah penyembahan terhadap berhala atau paganisme. Menurut Syalabi penyembahan berhala itu pada mulanya ialah ketika orang-orang Arab pergi keluar kota Mekkah mereka selalu membawa batu yang diambil dari sekitar Ka’bah. Mereka mensucikan batu itu dan menyembahnya di mana mereka berada. Lama-lama dibuatlah patung yang disembah dan mereka berkeliling mengitarinya (tawaf) dan di saat-saat tertentu mereka masih mengunjungi Ka’bah. Kemudian mereka memindahkan patung-patung mereka di sekitar Ka’bah yang jumlahnya mencapai 360 buah. Di samping itu ada patung-patung besar yang yang ada di luar Mekah. Yang terkenal ialah Manah/Manata di dekat Yasrib atau Madinah, al-Latta di Taif, menurut riwayat yang tersebut terakhir adalah yang tertua, dan al-Uzza di Hijaz. Hubal ialah patung yang terbesar yang terbuat dari batu akik yang berbentuk manusia yang diletakkan dalam Ka’bah. Mereka percaya bahwa menyembah berhala-berhala itu bukan menyembah kepada wujud berhala itu tertapi hal tersebut dimaksudkan sebagai perantara untuk menyembah Tuhan. Sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an:
Namun demikian, di kalangan bangsa Arab masih ada yang tidak suka menyembah berhala, di antara mereka ialah Waraqah ibn Naufal dan Usman bin Huwairis yang menganut agama Masehi. Abdullah ibn Jahsu yang ragu-ragu, ketika Islam datang ia menganutnya tetapi kemudian ia menganut agama Masehi. Zaid bin Umar tidak tertarik kepada agama masehi, tetapi juga enggan menyembah berhala sehingga ia mendirikan agama sendiri dengan menjauhi berhala dan tidak mau memakan bangkai dan darah. Umaiyah ibn Abi as-Salt dan Quss ibn Sa’idah al-Iyadi juga berbuat demikian.
Agama Masehi dipeluk oleh penduduk Yaman, Najran dan Syam. Sedangkan agama Yahudi dipeluk oleh penduduk Yahudi imigran di Yaman dan Yasrib yang besar jumlahnya. Di samping itu ada pula yang memeluk agama Majusi (mazdaisme), agama orang-orang Persia. Para penganut agama Masehi itu saling berselisih satu sama lain, seperti tentang kesucian Maryam apakah ia lebih utama dari anaknya, Isa Al-Masih atau anaknya lebih utama dari ibunya. Mereka terpecah-pecah menjadi banyak sekte. Terhadap perselisihan itu kaum Yahudi tidak melerainya, bahkan mereka tidak menyukai kaum Masehi itu karena mereka telah mengusirnya dari negeri Palestina. Tetapi hubungan kaum Yahudi dengan bangsa Arab yang menyembah berhala itu justru menunjukkan kebaikan. Orang-orang Arab tidak mau mengikuti agama-agama yang saling berselisih itu, cukuplah puas mereka dengan paganisme yang dianutnya.
Demikianlah keadaan bangsa Arab menjelang lahirnya Muhammad Saw yang membawa Islam di tengah-tengah mereka yang paganisme itu. masa itu bisanya disebut dengan zaman jahiliyah. Masa kegelapan dan kebodohan dalam hal agama, bukan dalam hal yang terakhir seperti ekonomi bperdagangan dan sastra. Dalam dua hal terakhir itu bangsa Arab telah mencapai perkembangan yang pesat. Mekkah bukan saja merupakan pusat perdagangan lokal akan tetapi ia adalah jalur perdagangan dunia yang penting saat itu, yang menghubungkan antara utara Syam, dan selatan Yaman, antara timur Persia, dan barat Abesinia dan Mesir. Keberhasilan Mekkah menjadi pusat perdagangan internasional itu adalah karena kejelian Hasyim sekitar abad keenam masehi dalam mengisi kekosongan peranan bangsa lain di bidang perdagangan Mekkah. Peredaran dagang mereka itu sempat dikisahkan dalam Al-Qur’an surat Quraisy.
Mereka mempunyai arti penting dalam kehidupan bangsa Arab. Mereka mengabdikan peristiwa-peristiwa dalam syair yang diperlombakan tiap tahun di pasar seni Ukaz. Majinnah dan Zu Mjaz. Bagi yang memiliki syair yang bagus, maka ia akan diberi hadiah, dan mendapati kehormatan bagi suku atau kabilahnya serta syairnya digantungkan di Ka’bah yang dinamakan al-mu’allaq as-sabah.

Komentar :  menurut saya kebudayaan negara Arab memiliki perkembaangan nya sendiri sejak zaman firaun sebelum masehi .

Kebudayaan Negara Afrika


Republik Afrika Tengah (CAR), ialah sebuah negara di pedalaman Afrika yang berbatasan dengan Chad, Sudan, Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo dan Kamerun.

Dahulu negara ini merupakan koloni Perancis bernama Ubangi-Shari, yang mencapai kemerdekaan pada 1960. Selepas tiga dasawarsa bergolak akibat pemerintahan militer silih-berganti, akhirnya pemerintahan sipil berkuasa pada 1993. Namun demikian, pemerintahan ini bertahan selama satu dekade saja. Pada Maret 2003 suatu kudeta militer yang dipimpin oleh Jenderal Francois Bozize telah menjatuhkan pemerintahan sipil pimpinan Presiden Ange-Felix Patasse dan mendirikan pemerintahan peralihan di sana.


Bangsa Boer atau Afrikaner adalah bangsa keturunan bangsa Belanda yang berdiam di Afrika Selatan. Bangsa ini mempunyai kebudayaan yang bernama kebudayaan Afrikaner yang berbeda dengan kebudayaan nenek moyangnya dan kebudayaan asli Afrika Selatan. Bangsa ini dulu mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi dan merasa Afrika Selatan adalah satu-satunya tanah air mereka karena mereka dilahirkan dan dibesarkan di Afrika Selatan. Hal itu dibuktikan dalam Perang Boer (1899-1902) dengan melawan Inggris yang berusaha menguasai Afrika Selatan dari mereka walaupun akhirnya mereka kalah. Wilayah yang dikuasai Bangsa Boer adalah Cape Colon, Natal, Transvaal dan Orange Free State.

Pengertian

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
 
Komentar :

Kebudayaan Negara Australia

Australia: Negeri dengan Banyak Kebudayaan

Orang-orang Australia berasal dari seratus lebih negara yang berbeda-beda. Ada banyak bangsa dan kebudayaan di Australia.
Orang-orang Aborijin, telah hidup di Australia selama lebih dari 50.000 tahun. . Orang Inggris memutuskan untuk menetap di Australia sejak lebih dari 200 tahun yang lalu. Dalam dua ratus tahun terakhir, arus imigrasi sangat memberikan andil terhadap pertumbuhan penduduk Australia. Antara tahun 1788 dan 1947 para migran datang dari Inggris dan Irlandia.
Sesudah Perang Dunia II terjadi arus perpindahan penduduk ke Australia dari banyak negara. Antara tahun 1950 dan tahun 1973 kebanyakan migran datang dari Eropa. Sejak saat itu, terdapat kenaikan arus migrasi dari Timur Tengah dan dari Asia.
Pada tahun 1975, 20% dari jumlah penduduk dilahirkan di luar Australia. Pada tahun 1995 jumlah ini naik menjadi 23%, yakni satu dari setiap empat orang Australia dilahirkan di luar negeri.
Antara tahun 1984 dan 1994 jumlah orang Australia kelahiran Asia sangat meningkat. Pada tahun 1994, 5% dari jumlah penduduk dilahirkan di Asia.
Pada tahun 1994-95 kelompok migran kelahiran luar negeri yang paling pesat pertumbuhannya adalah dari Indonesia, Hong Kong dan Makau.
Meskipun kebanyakan orang Australia kelahiran luar negeri berasal dari Eropa, arus migrasi dari Eropa telah sangat menurun jumlahnya dibandingkan arus migrasi dari Asia.

Multikulturalisme

Meskipun orang Australia berlainan asal-usulnya, mereka hidup damai antara yang satu dan yang lain. Ada toleransi terhadap kebudayaan dan bangsa yang berlainan. Hukum Australia melindungi orang dari diskriminasi ras. Kebijakan untuk bersikap toleran dan untuk melindungi kebudayaan yang berbeda tersebut disebut multikulturalisme.
Negara Tempat Kelahiran
Penduduk Australia
Jumlah
orang
Australia
Britania Raya dan Irlandia
Selandia Baru
Italia
Bekas Republik Yugoslavia
Yunani
Vietnam
Jerman
Belanda
Filipina
Malaysia
Libanon
Negara yang lain
13.779.600
1.216.100
285.500
263.900
174.800
145.200
142.000
118.800
98.200
88.400
88.000
80.900
1.361.800

Jumlah Orang yang Dilahirkan di:
Meningkat Menjadi:
Asia Timur Laut
Asia Tenggara
Asia Selatan
245%
113%
93%
Kebudayaan yang dominan di Australia selama dua dasawarsa terakhir adalah yang berasal dari Inggris. Ini merupakan akibat dari zaman kolonial . Para migran ke Australia dulunya cenderung mengikuti kebudayaan yang dominan. Mereka cenderung makan, berpakaian dan berolahraga seperti orang Australia yang berasal dari Inggris. Sejak tahun 1960-an aspek kebudayaan seperti ini di Australia telah berubah. Orang-orang didorong untuk mempertahankan kebudayaan mereka sendiri.
Sekarang para migran lebih dimungkinkan untuk mempertahankan warisan budaya mereka. Bahasa yang digunakan oleh kelompok-kelompok migran yang penting diajarkan di sekolah-sekolah dan di universitas-universitas. Ada program radio dan televisi yang menggunakan bahasa asing. Hal ini membantu timbulnya perasaan jati diri bagi semua orang Australia, dan juga menimbulkan kebhinekaan bagi Australia serta membantu terciptanya masyarakat yang toleran.
Kebijakan di Australia dimaksudkan untuk menjaga kerukunan melalui multikulturalisme. Menurut kebijakan ini, semua orang Australia bebas untuk hidup di tempat yang dipilihnya dan bebas untuk mempertahankan kebudayaannya. Mereka dapat menggunakan dan mempelajari bahasanya. Mereka bebas untuk menjalankan agamanya. Orang-orang dari semua bangsa, agama, kebudayaan dan bahasa adalah sama di mata hukum.

Agama di Australia

Ada banyak agama di Australia. Kebanyakan orang Australia beragama Kristen. Ada beberapa aliran kelompok Kristen. Dulu agama Kristen Anglikan merupakan agama yang dominan . Sekarang kelompok yang terbesar adalah kelompok beragama Katolik dengan 4,6 juta pemeluk. Di antara orang-orang Australia yang berasal dari Yunani dan Eropa timur dijumpai juga aliran Kristen Ortodoks. Di Australia juga ada sejumlah kecil penduduk yang memeluk agama Yahudi.
Pada tahun 1996 ada 147.500 orang Muslim dan 139.800 orang yang beragama Buddha di Australia. Jumlah pemeluknya telah meningkat di tahun-tahun belakangan ini. Islam di Australia terutama dipeluk oleh orang-orang yang berasal dari Libanon, Turki dan Timur Tengah
Ada contoh gereja, kuil dan mesjid yang bagus di Australia. Beberapa di antaranya masih baru dibangun. Di tahun 1976 telah dibangun sebuah mesjid yang besar di Preston, yakni daerah pinggiran kota Melbourne. Baru-baru ini di daerah Wollongong telah dibangun sebuah kompleks agama Buddha yang besar  dan  sebuah kuil Hindu . Juga ada kelompok kecil seperti pemeluk Bahai dan agama Yahudi.
Orang bermigrasi ke Australia
Orang bermigrasi ke Australia karena alasan-alasan yang berbeda. Kebanyakan mereka datang ke Australia dengan alasan untuk memperoleh masa depan yang lebih baik bagi dirinya sendiri maupun bagi anak-anaknya. Australia adalah sebuah negara yang besar dan negara-negara bagiannya mempunyai kondisi yang sesuai untuk tempat menetap.
Dulu para migran Inggris datang ke Australia untuk membuka daerah pertanian. Ketika ditemukan emas, banyak orang yang cepat-cepat pindah ke Australia. Kemudian ditemukan mineral berharga lainnya di Australia. Banyaknya migran yang datang ke Australia adalah karena peluang-peluang yang ditawarkan oleh tanah negeri tersebut.
Juga ada migran yang datang ke Australia untuk mengungsi dari persoalan di negeri asalnya. Australia menjadi sorga yang aman bagi mereka. Contoh-contoh migrasi jenis ini adalah:
  • pada tahun 1950-an, yang bermigrasi adalah orang-orang yang menderita selama Perang Dunia II di Eropa;
  • pada tahun 1960-an, orang-orang yang menghindar dari komunisme di Eropa Timur
  • pada tahun 1970-an, orang-orang yang mengungsi dari perang saudara di Lebanon
  • pada tahun 1970-an, orang-orang yang mengungsi dari kerusuhan di Cile dan El Salvador
  • pada tahun 1970-an dan 1980-an, pengungsi dari Vietnam, Kamboja, dan Laos
  • pada tahun 1980-an dan 1990-an, orang-orang yang meninggalkan Hong Kong karena masa depannya tidak menentu
  • pada tahun 1990-an, orang-orang yang menyingkir dari negara yang dulu disebut Yugoslavia.
Ada migran yang mengalami kesulitan di Australia. Perpindahan dari satu negara ke negara lain selalu membawa masalah. Masalah utama yang dihadapi oleh para migran adalah bagaimana cara belajar bahasa Inggris. Pengetahuan bahasa Inggris perlu sekali untuk bekerja dan hidup di Australia. Kesulitan lain menyangkut ketrampilan yang harus dimiliki untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai. Namun, kedamaian dan toleransi yang ada di Australia sangat membantu para migran ini. Mereka telah berhasil mengatasi kesulitan dan hidup di Australia. Anak-anak mereka dibesarkan di Australia dan berhasil baik.
Banyaknya kebudayaan yang berbeda telah menjadikan Australia sebagai tempat yang menarik. Secara singkat kita akan membahas beberapa kelompok tertentu: Kelompok Aborijin, Inggris, Jerman, Yunani, Italia, Lebanon, Vietnam, Indonesia, dan India

Orang Aborijin

Orang Aborijin atau penduduk asli telah hidup di Australia selama lebih dari 50.000 tahun. Kebijakan multikulturalisme mendorong mereka untuk memelihara kebudayaan mereka. Banyak orang di Australia berminat terhadap kebudayaan Aborijin. Seni dan musik Aborijin telah menjadi populer. Kita telah membahas sejarah dan kebudayaan Aborijin .

Kaitan dengan Eropa

Pada Abad Kelima Belas para pelaut mulai menjelajahi negeri-negeri yang jauh. Bangsa Portugis mendirikan daerah-daerah jajahan di Asia Selatan dan Asia Tenggara, yang kemudian diikuti oleh bangsa Inggris, Prancis, dan Belanda. Zaman penjelajahan dan penjajahan ini mempunyai dampak yang kuat terhadap dunia.
Hubungan awal antara Eropa dengan Australia dilakukan melalui orang Portugis dan Belanda. Benua Australia dapat dilihat dalam peta-peta Portugis lama. Mereka menamakannya Jawa Besar. Orang Belanda menyebutnya Holand Baru. Pada tahun 1642 orang Belanda bernama Abel Tasman berlayar dari Batavia (Jakarta) untuk menjelajahi Australia bagian selatan. Dia sampai di Pulau Tasmania. Tasman percaya bahwa Australia tidak layak untuk tempat bermukim. Oleh karena itu, selama abad berikutnya orang Eropa tidak menunjukkan minat terhadap Australia.

Kaitan dengan Inggris

Pada tahun 1770 seorang penjelajah Inggris bernama Kapten James Cook sampai di pantai timur Australia. Dia menganggap bahwa daerah tersebut cocok untuk tempat tinggal. Pada tahun 1788 terbentuklah masyarakat narapidana Inggris di Sydney.
Penduduk berbangsa Inggris tersebut berkembang, dan tak lama kemudian juga berdatangan para pemukim yang bukan narapidana. Mereka datang untuk membuat daerah pertanian. Kelompok-kelompok masyarakat lain juga dibentuk di daerah-daerah yang berlainan di Australia. Banyak orang dari bangsa Irlandia dan Inggris bermukim di Australia di awal Abad Ke-19 dan Ke-20. Orang-orang Inggris tersebut merupakan kelompok yang beraneka ragam.
Kelompok ini meliputi orang-orang Inggris, Skotlandia, dan Wales. Saat ini orang Inggris dan Irlandia merupakan kelompok-kelompok terbesar di Australia. Telah berkembang suatu kebudayaan yang jelas di Australia. Kebudayaan tersebut kebanyakan didasarkan atas kebudayaan kelompok terbesar ini.
Banyak ciri kebudayaan Australia yang merupakan pengaruh Inggris. Bahasa yang digunakan dalam pemerintahan dan pendidikan resmi adalah bahasa Inggris. Pemilihan anggota parlemen didasarkan atas sistem Inggris. Sistem hukumnya didasarkan atas sistem hukum Inggris. Banyak jenis olahraga populer di Australia yang berasal dari Inggris, seperti permainan cricket, sepakbola rugby, tenis, dan balapan kuda.
Cara pertanian di Australia dulunya didasarkan atas cara pertanian di Inggris. Pertanian dan peternakan tersebut menghasilkan makanan yang dimakan oleh orang Inggris seperti daging sapi dan gandum. Selama beberapa waktu, agama Kristen Anglikan merupakan agama yang dulu dianut oleh kebanyakan orang .

Kelompok migran Jerman

Sekelompok orang Jerman bermigrasi ke Australia di tahun 1890-an. Mereka datang ke Australia agar bebas menjalankan agama Kristen aliran Luther. Mereka datang ke Australia karena tidak bebas menjalankan aliran kepercayaannya tersebut di negara mereka sendiri. Aliran Luther adalah sejenis agama Kristen Protestan. Mereka bermukim di Lembah Barossa. Lembah tersebut terletak 70 km di arah timur laut kota Adelaide.
Para migran Jerman menggunakan pengetahuan dan ketrampilannya untuk membuat industri minuman anggur. Mereka melihat bahwa tanah di Lembah Barossa serupa dengan tanah di Lembah Rhine di Jerman. Iklimnya cocok untuk produksi minuman anggur. Musim panasnya beriklim hangat dan kering dan musim dinginnya sejuk dan lembab.
Sekarang Lembah Barossa mempunyai penduduk kira-kira 18.000 orang. Ada 36 gereja di lembah tersebut, dan kebanyakan beraliran Luther. Lembah itu mempunyai ciri-ciri kebudayaan Jerman. Ada bangunan-bangunan bergaya Jerman. Minuman anggur yang dihasilkan juga bergaya Jerman dan toko-toko serta restorannya menjual makanan gaya Jerman.
Lembah Barossa telah menjadi daya tarik wisatawan. Para pengunjung dapat melihat festival Jerman. Selama berlangsungnya festival, orang-orang mengenakan pakaian
tradisional dan menyajikan makanan tradisional. Para wisatawan dapat mendengarkan lagu-lagu dan musik Jerman.

Orang Cina

Orang-orang Cina bermigrasi ke Australia dalam jumlah besar selama Abad Ke-19. Mereka datang ke daerah-daerah pertambangan emas yang saat itu baru ditemukan. Jumlah mereka mencapai kira-kira 100.000. Namun, oleh karena adanya pembatasan imigrasi, jumlah mereka harus dikurangi. Ada kira-kira 29.900 orang Cina pada tahun 1901 dan hanya kira-kira 6.400 pada tahun 1947.
Kedatangan para pencari emas bangsa Cina membuat khawatir banyak pekerja Australia. Para pekerja ini, yang kebanyakan keturunan Inggris, menganggap bahwa orang-orang Cina ini akan mengambil pekerjaan mereka karena mereka mau saja dibayar rendah. Para pekerja Australia ini juga menolak upaya petani domba ternak untuk mendatangkan pekerja pertanian dari India. Reaksi yang keras ini menyebabkan pemerintah kolonial negara bagian untuk menggunakan kebijakan imigrasi yang membatasi imigrasi Asia. Sesudah timbulnya federasi, Pemerintah Australia juga memberlakukan suatu kebijakan yang membatasi imigrasi Asia. Kebijakan ini kemudian dikenal sebagai Kebijakan Australia Putih. Kebijakan ini dihapuskan pada tahun 1973.
Sejak tahun 1970-an jumlah penduduk Cina Australia telah meningkat. Mereka berdatangan dari Cina, Hong Kong, Taiwan dan beberapa negara di Asia Tenggara. Sekarang ada kira-kira 250.000 orang Cina di Australia. Kira-kira dua setengah persen orang Australia menggunakan bahasa Cina di rumah. Ada daerah Pecinaan di kota Sydney dan Melbourne. Orang Cina mempunyai daerah pasar dan pertokoan. Juga terdapat orang-orang Cina yang menjalankan usaha dan yang bekerja sebagai tenaga profesional .

Migrasi sejak Perang Dunia II

Australia dulu terlibat dalam Perang Dunia II. Selama terjadinya perang tersebut, industri Australia telah berkembang. Telah pula didirikan industri-industri baru.
Sesudah perang, industri Australia yang sedang berkembang tersebut mengalami kekurangan tenaga terampil. Juga disadari waktu itu bahwa dengan adanya lebih banyak penduduk, berarti pelaku ekonomi akan lebih banyak. Banyak orang Eropa yang menderita akibat perang dan ingin bermigrasi ke Australia untuk memulai hidup baru. Pemerintah Australia mendorong terjadinya migrasi pascaperang.
Mula-mula mayoritas migran adalah dari Inggris dan Irlandia. Tak lama kemudian, banyak migran dari negara Eropa yang mengikuti arus orang-orang yang datang untuk bermukim di Australia. Kebanyakan dari para migran Eropa ini datang dari Italia dan Yunani.

Orang Yunani

Beberapa orang Yunani bahkan telah bermigrasi ke Australia sebelum tahun 1945. Orang-orang ini mendirikan usaha seperti restoran dan kafe, dan beberapa ada yang menjadi petani atau membuka bioskop. Beberapa dari pemukim Yunani ini ada yang tinggal bersama dalam suatu kelompok masyarakat, tetapi ada juga yang bermukim di desa-desa, menyatu dengan orang Eropa lainnya. Para pemukim Yunani yang awal ini kemudian menjadi kaya dan anak-anak mereka seringkali memasuki profesi seperti kedokteran dan hukum.
Menjelang tahun 1945 ada kira-kira 15.000 orang Yunani yang menetap di Australia. Sesudah Perang Dunia II lebih banyak lagi orang Yunani yang mulai berdatangan. Antara tahun 1953 dan 1956 ada kira-kira 30.000 orang Yunani yang berdatangan. Migrasi orang Yunani ini mencapai puncaknya antara tahun 1961 dan 1966 ketika lebih dari 16.000 orang Yunani masuk ke Australia setiap tahun. Menjelang tahun 1971 ada kira-kira 160.000 orang Australia kelahiran Yunani.
Banyak migran Yunani yang berasal dari daerah pedesaan. Banyak dari mereka yang merasa bahwa mereka tidak mempunyai ketrampilan untuk bekerja di Australia. Maka mereka berinisiatif mendirikan usaha sendiri. Usaha ini meliputi restoran, toko buah-buahan, toko kue dan penjualan ikan.
Orang Yunani mempertahankan kebudayaannya secara kuat di Australia. Banyak orang Yunani yang memilih untuk hidup saling berdekatan di kota-kota di Australia. Perkampungan seperti daerah Marrickville, Stanmore, dan Kensington di Sydney serta daerah Brunswick, Prahran dan Fitzroy di Melbourne mempunyai penduduk Yunani dalam jumlah besar. Ada gereja-gereja Yunani Ortodoks, ada kafe dan klub sepakbola Yunani. Anak-anak para migran Yunani didorong untuk mempelajari bahasa Yunani.

Orang Italia

Ada orang Italia yang sangat lama sekali menetap di Australia, karena tertarik kepada penemuan emas pada Abad Ke-19. Keturunan orang-orang Italia ini, seperti halnya keturunan orang Yunani, menjadi kaya dan banyak terwakili dalam segala bidang kehidupan dan profesi.
Kebanyakan orang Italia datang ke Australia dalam jumlah besar sesudah Perang Dunia II. Orang-orang Italia sangat menderita dampak peperangan tersebut. Tingkat pengangguran sangat tinggi di Italia (18%). Beberapa daerah di Italia sangat miskin, terutama di selatan. Banyak migran yang berasal dari daerah-daerah yang miskin ini. Menjelang tahun 1954 penduduk Australia kelahiran Italia mencapai jumlah 120.000. Menjelang tahun 1971 jumlah tersebut mencapai 290.000 orang. Orang Italia merupakan kelompok migran terbesar di Australia.
Para migran Italia banyak yang masih mempertahankan rasa cinta kedaerahan. Orang Italia yang berasal dari daerah-daerah seperti Kalabria, Sisilia dan Veneto tinggal saling berdekatan di Australia. Tiap-tiap daerah ini mempunyai bahasa yang berlainan. Seringkali mereka menikah dengan orang dari daerah yang sama. Adakalanya seluruh desa bermigrasi ke Australia. Jadi, banyak ikatan sosial asli dari Italia yang kemudian dipindahkan ke Australia. Daerah seperti Leichhardt di Sydney dan Carlton di Melbourne merupakan daerah tempat tinggal para keluarga Italia dan banyak usaha yang didirikan oleh orang Italia. Ada kafe Italia, toko pakaian, restoran dan toko makanan Italia .

Orang Lebanon

Antara tahun 1947 dan 1970 ada kira-kira 5.500 orang Lebanon yang menetap di Australia. Kebanyakan mereka beragama Kristen. Banyak dari mereka yang bekerja di pabrik seperti pabrik mobil Ford yang baru. Beberapa dari mereka ada yang berpenghasilan cukup dan mendirikan usaha sendiri seperti toko dan taksi.
Pada tahun 1975 pecahlah perang saudara di Lebanon. Terjadi banyak kerusakan. Hal ini berakibat meningkatnya jumlah migran dari Lebanon ke Australia. Pada tahun 1976-77, tibalah di Australia 10.715 orang Lebanon. Di antara migran Lebanon yang baru ini terdapat orang yang beragama Islam. Menjelang tahun 1981 terdapat lebih dari 50.000 orang kelahiran Lebanon yang menetap di Australia.
Juga ada orang Australia yang kelahiran negara lain di Timur Tengah, seperti dari Mesir, Irak, dan Siria.

Orang Indonesia

Migrasi dari Indonesia mulai terjadi di tahun 1970-an. Antara tahun 1976 dan 1986 jumlah migran Indonesia meningkat menjadi 380. Pada tahun 1995, dalam waktu dua belas bulan ada 1.013 orang migran dari Indonesia ke Australia. Sekarang ada lebih dari 42.000 orang Australia kelahiran Indonesia. Hubungan antara Australia dan Indonesia telah berkembang. Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa yang populer di antara siswa-siswa Australia.

Orang Vietnam

Selama jangka waktu akhir 1970-an dan 1980-an banyak migran yang berdatangan dari daratan Indo-Cina. Kebanyakan mereka datang dari Vietnam. Di Vietnam waktu itu terjadi peperangan selama tigapuluh tahun. Juga terjadi kerusuhan besar di Kamboja dan Laos. Terjadi peperangan di Kamboja di tahun 1979. Banyak orang dari negara-negara ini yang memutuskan untuk pergi dari negaranya. Banyak dari mereka yang pergi dengan menggunakan perahu kecil. Mereka harus mengarungi lautan yang berbahaya. Mulai tahun 1975 sampai pertengahan 1978 ada kira-kira 30.000 'manusia perahu' yang meninggalkan Vietnam. Jumlah ini meningkat di tahun berikutnya dan mencapai ratusan ribu jumlahnya .
Australia menerima ribuan pengungsi Indo-Cina. Kemudian mereka datang sebagai migran. Mulai tahun 1975 sampai 1985 ada 79.000 orang Vietnam yang masuk ke Australia.Sekarang ada 200.000 orang Australia yang lahir di Vietnam. Seringkali, para pengungsi tidak mempunyai keluarga atau teman yang dapat membantunya. Yang membantu mereka adalah kelompok kerja sosial yang ada di Australia. Sekarang ada kelompok-kelompok bantuan Vietnam. Ada daerah-daerah yang menjadi tempat pemukiman Vietnam, misalnya Cabramatta di Sydney dan Richmond di Melbourne. Sekarang banyak orang Vietnam yang mempunyai usaha sendiri. Banyak anak Vietnam yang belajar di universitas.

Orang India

Orang India pertama kali datang ke Australia di Abad ke-19. Di tahun 1890-an, di antara para pemukim awal tersebut terdapat bangsa Sikh dari Punjab yang tinggal di New South Wales bagian utara. Mereka membuat perkebunan pisang di sini.
Orang-orang India mulai berdatangan dalam jumlah yang lebih besar di tahun 1970-an. Di tahun 1991 terdapat lebih dari 61.000 orang Australia kelahiran India. Kebanyakan mereka adalah orang berpendidikan, 97% menggunakan bahasa Inggris, dan mereka sudah terbiasa dengan kebudayaan Inggris. Banyak dari mereka yang menjadi tenaga ahli, termasuk menjadi dokter, insinyur, ahli komputer dan ilmuwan. Meskipun mereka berusaha mempertahankan kebudayaannya , mereka tinggal di daerah-daerah yang berlainan, dan kebanyakan hidup di antara orang-orang yang berbahasa Inggris. Orang-orang India juga berasal dari Fiji, Afrika Timur, Malaysia dan Mauritius.
Di Australia juga ada orang-orang Asia Selatan yang berasal dari negara seperti Sri Lanka, Bangladesh dan Pakistan.
Padma Raman
Orang Australia keturunan India menambah banyak aspekdalam kehidupan sehari-hari. Di sini nampak seorang penari Padma Raman sedang menari menurut gaya Kuchipudi, yakni salah satu gaya tarian utama di India. Tarian itu berasal dari drama Sanskrit kuno dan dulunya biasa ditarikan hanya oleh pria.



komentar : menurut saya kebudayaan negara australia sangat menarik karena negara tersebut memiliki hukum yang melindungi orang dari diskriminasi ras,dengan begitu negara tersebut sangat menghargai berbagai macam kebudayaan dari negara lain .



AGAMA DAN MASYARAKAT


A .FUNGSI AGAMA

FUNGSI AGAMA DALAM KEHIDUPAN

Dewasa ini peran agama seakan terlihat berjarak jauh dengan perilaku masyarakat penganutnya, di negara yang dihuni komunitas yang bisa dikatakan ‘taat’ beragama seperti Indonesia, mengapa tindakan-tindakan negatif lebih dominan mencuat kepermukaan dibandingkan tindakan positif. Seperti halnya saja kasus korupsi tetap saja merajalela bahkan membudaya, ketidakdisiplinan menjadi ‘gaya hidup’ yang sulit dirubah, pengedar dan pemakai narkoba seakan-akan tidak pernah habis diberantas, tidak jerakah atas snaksi hukum yang mengancam, bahkan pada lihat di televisi bermunculan wajah-wajah baru, tidak kenal apapun statusnya, mulai dari preman, ibu rumah tangga, kalangan artis hingga kakek yang sudah berusia senja yang seharusnya pada usia seperti itu memperbanyak amal sebagai bekal diakhirat nanti.

Karena makin meningkatnya kasus negatif, nampaknya media elektronik juga menjadikan sebuah “tindakan negatif” sebagai sebuah program khusus dalam pemberitaan karena lebih menjual dan menarik perhatian para penonton, berita mengenai kriminal merupakan informasi yang bisa terjadi kapan saja dimana saja, selama masih ada niat, waktu dan kondisi yang tepat bagi si pelaku untuk melakukan aksinya.

Kita lihat pada saluran televisi swasta nasional kita, ada sebuah program berita yang khusus menyiarkan kasus-kasus kriminal saja, dari durasi awal sampai akhir, mulai kasus pelecehan seksual hingga pembunuhan dengan sadis pemotongan mayar seorang manusia (kanibal) yang tidak berprikemanusian. Pemicunya terkadang hanya maslah sepele yakni tidak bisa mengontrol rasa cemburu yang berlebih, akhirnya terbesit bisikan setan untuk menghabisi nyawa pasangannya dengan berbagai cara, setelah membunuh, sipelaku tersadar apa yang telah diperbuatnya, karena tidak ingin dipenjara maka si pelaku bingung bagaimana menghilangkan jejak, kemudian membuang mayat tersebut ke sungai yang sebelumnya dipotong-potong terlebih dahulu supaya bila ditemukan warga mayatnya tidak dapat dikenali, tapi dengan berjalannya waktu perbuatan jahat pasti akan dicurigai dan terungkap siapa pelaku sebenarnya karena tim penyidik sudah semakin profesonal, lihat saja pada kasus ryan di Jombang, Jawa Timur yang sudah membunuh belasan nyawa pada akhirnya juga terungkap, sepintar-pintarnya monyet meloncat pasti akan jatuh jua.

Oleh karena itu sekian banyak masalah kriminal yang kita saksikan dimasyarakat mar kita memahami apa selebarnya yang kurang dalam hidup ini, intinya adalah mari kita lebih mendekatkan diri pada Allah SWT dan menjalankan ajaran agama dengan sebaik-baiknya dan memahami apa peran dan fungsi agama tersebut dalam kehidupan.

Dalam bahasa Indonesia agama berasal dari bahasa Sansakerta yang artinya tidak kacau, diambil dari dua suku karena berarti tidak dan gama berarti kacau. Secara lengkap agama ialah peraturan yang mengatur manusia agar tidak kacau. Menurut maknanya, kara agama dapat disamakan dengan kata relegion (Inggris), relegie (belanda), dan dalam bahasa Arab dengan kata “Dien”.

Kita dapat merasakan atau melihat dengan jelas siapapun orangnya apabila menjalankan ibadah keagamaan dengan sebenarnya-sebenarnya dengan penuh keyakinan maka segala perbuatan yang berbau negatif pasti akan dihindarinya. Adapun fungsi agama dalam kehidupan, mencakup beberapa hal yaitu :

Sebagai penyidik : Yakni dalam agama mengajarkan mana yang baik dan mana yang tidak baik, mengerjakan yang baik meninggalkan yang buruk, amar ma’ruf nahi munkar.

Sebegai penyelamat : Yakni agama juga sebagai penyelamat bagi manusia baik di dunia maupun di akhirat, di dunia terhindar dari melakukan perbuatan maksiat sedangkan di akherat jaminan surga atas amal ibadah yang telah dilakukan sejak berada di dunia.

Menjadi meditasi konflik dimasyarakat : yakni agama sebagai media pemersatu umat dalam menyelesaikan suatu konflik yang dihadapi masyarakat.

Kontrol sosial : Agama juga menjadi kontrol sosial dalam kehidupan bermasyarakat sehingga dapat berjalan dnegan semestinya, adil dan penuh tanggung jawab.

Serta agama menjadi pemupuk tali solidaritas : yakni saling berbagai, menjaga bersilaturahmi, perekat persaudaraan sesama ummat manusia. Oleh karena itu dalam menjalankan aturan-aturan agama seperti apa yan telah diajarkan Nabi SAW banyak memberi manfaat bagi ummat sebagai pengikutnya.

Dalam agama Islam, Allah telah memberikan kita kitab suci Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi kehidupan spritual atas kegiatan yang kita lakukan sehari-hari. Allah telah menyatakan dengan jelas dalam Al-Qur’an bahwa kitab suci ini lengkap, sepempurna dan terperinci dan bahwa apapun yang ingin kita ketahui atau yang ingin kita capai dalam hidup, dapat ditemukan di dalamnya, membacanya menjadi penenang dalam hati serta penerang terhadap permasalahan yang kita hadapi seberat apapun masalah yang dialami akan terasa ringan jika kembali dan menghayati isi kandungan Al-Qur’an.


B. PELEMBAGAAN AGAMA


Merupakan hal yang sangat prematur bila dikatakan bahwa warisan kebudayaan dan peradaban Islam saat ini sedang vakum, sebab dinamikanya masih ada. Ini ditunjukkan oleh fakta-fakta berikut:
1. latar belakang keislaman merupakan faktor penentu dalam kehidupan spiritual dan bentuk budaya dari  
    sebagian masyarakat islam diera modern
2. masyarakat islam masih suka bertukar problem dan harapan berkaitan dengan kebudayaan islam diera
    modern walaupun (terkadang) dalam keadaan sulit .
 Agama merupakan sesuatu yang bersifat universal, abadi, yang mengatur masyarakat dalam semua sendi kehidupan. Jika berbicara tentang pelembagaan agama, ada beberapa hal yang perlu dijawab, seperti, untuk apa agama ada, unsur-unsur, fungsi, bentuk dan struktur agama.
Kaitan agama dengan masyarakat dapat mencerminkan tiga tipe, diantaranya :
 Masyarakat yang terbelakang dan nilai-nila sakral.ü
Masyarakat tipe ini kecil,terisolir dan terbelakang.Anggota masyarakat menganut agama yang sama.
 Masyarakat-masyarakat Praindustri yang sedang berkembangü
Keadaan masyarakatnya tidak terisolasi, perkembangan teknologi lebih tinggi dari tipe yang pertama, agama memiliki arti dan ikatan kepada sistem nilai pada masyarakat.
 Masyarakat berkembang.ü
Agama selalu memberikan petunjuk kepada masyarakat bagaimana selamat di dunia dan di akhirat dengan menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Untuk kepentingan tersebut perlu jaminan rasa aman dan tenang kepada pemeluk agama dalam menjalankan kehidupan beragamanya, untuk itulah agama masuk dalam sistem kelembagaan dan menjadi sesuatu yang rutin. Agama menjadi salah satu aspek kehidupan semua kelompok sosial , merupakan sesuatu yang menyebar mulai dari bentuk perkumpulan manusia, keluarga, kelompok kerja yang dalam beberapa hal penting bersifat keagamaan.
Lembaga-lembaga keagamaan pada puncaknya berupa peribadatan, pola ide-ide dan keyakinan-keyakinan dan terkadang muncul berupa organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah,NU, dll. Pelembagaan agama itu sendiri pada puncaknya terjadi pada tingkat intelektual, tingkat pemujaan(ibadat) dan tingkat organisasi.

Agama,Konflik dan Masyarakat

Agama merupakan sendi dasar dalam kehidupan. Didalamnya terdapat aturan dan norma-norma yang harus diikuti dan dipatuhi oleh penganutnya, Namun jika kita membaca di surat kabar atau mungkin melihat di televisi, kita melihat banyak konflik yang terjadi di dalam masyarakat kita yang didasari oleh perbedaan pola pandang dalam kehidupan beragama.masing-masing mempertahankan argumentasinya bahwa ritual kelompok merekalah yang benar dan kelompok yang lain salah, yang akhirnya membawa kerugian bagi masyarakat itu sendiri. Bukankah jika kita ingin mengkaji lebih dalam lagi bahwa sesungguhnya agama selalu mengajarkan kita akan arti “Kasih Sayang”.

Pengertian Warga Negara dan Negara

Pengertian Negara

Secara etimologis, “Negara” berasal dari bahasa asing Staat (Belanda, Jerman), atau State (Inggris). Kata Staat atau State pun berasal dari bahasa Latin, yaitu status atau statum yang berarti “menempatkan dalam keadaan berdiri, membuat berdiri, dan menempatkan”. Kata status juga diartikan sebagai tegak dan tetap. Dan Niccolo Machiavelli memperkenalkan istilah La Stato yang mengartikan Negara sebagai kekuasaan.

Beberapa pengertian Negara menurut pakar kenegaraan.
George Jellinek: Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang mendiami wilayah tertentu.

G.W.F Hegel: Negara adalah organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal.

Logeman : Negara adalah organisasi kemasyarakatan (ikatan kerja) yang mempunyai tujuan untuk mengatur dan memelihara masyarakat tertentu dengan kekuasaannya.

Karl Marx = Negara adalah alat kelas yang berkuasa (kaum borjuis/kapitalis) untuk menindas atau mengeksploitasi kelas yang lain (ploretariat/buruh).

Jadi dari pengertian diatas, Negara adalah Satu kesatuan organisasi yang didalam nya ada sekelompok manusia (rakyat), wilayah yang permanent (tetap) dan memiliki kekuasaan yang mana di atur oleh pemerintahan yang berdaulat serta memiliki ikatan kerja yang mempunyai tujuan untuk mengatur dan memelihara segala instrument-instrumen yang ada didalam nya dengan kekuasaan yang ada.
Warga Negara

•Warga Negara adalah orang yang terkait dengan sistem hukum Negara dan mendapat perlindungan Negara.

•Warga Negara secara umum ada Anggota suatu negara yang mempunyai keterikatan timbal balik dengan negaranya.

•Warga negara adalah orang yg tinggal di dalam sebuah negara dan mengakui semua peraturan yg terkandung di dalam negara tersebut.

•Warga Negara Indonesia menurut Pasal 26 UUD 1945 adalah : Orang-orang bangsa Indonesia asli dan bangsa lain yang disahkan Undang-undang sebagai warga Negara.

Kewarganegaraan Republik Indonesia diatur dalam UU no. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Menurut UU ini, orang yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) adalah

1. Setiap orang yang sebelum berlakunya UU tersebut telah menjadi WNI.

2. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah dan ibu WNI.

3. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu warga negara asing (WNA), atau sebaliknya.

4. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI dan ayah yang tidak memiliki kewarganegaraan atau hukum negara asal sang ayah tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut.

5. Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah, dan ayahnya itu seorang WNI.

6. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNI.

7. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 tahun atau belum kawin.

8. Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.

9. Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah megara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui.

10. Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak memiliki kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya.

11. Anak yang dilahirkan di luar wilayah Republik Indonesia dari ayah dan ibu WNI, yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan.

12. Anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.



Selain itu, diakui pula sebagai WNI bagi:

1. Anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18 tahun dan belum kawin, diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing.

2. Anak WNI yang belum berusia lima tahun, yang diangkat secara sah sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan.

3. Anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan bertempat tinggal di wilayah RI, yang ayah atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia.

4. Anak WNA yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh WNI.

Kewarganegaraan Indonesia juga diperoleh bagi seseorang yang termasuk dalam situasi sebagai berikut:

1.Anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan bertempat tinggal di wilayah Republik Indonesia, yang ayah atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia

2.Anak warga negara asing yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh warga negara Indonesia.

Jadi, warga negara adalah orang yang tinggal di suatu negara dengan keterkaitan hukum dan peraturan yang ada dalam negara tersebut serta diakui oleh negara, baik warga asli negara tersebut atau pun warga asing dan negara tersebut memiliki ketentuan kepada siapa yang akan menjadi warga negaranya.
Sumber : (http://organisasi.org/arti-definisi-pengertian-negara-dan-fungsi-negara-pendidikan-kewarganegaraan-pkn) (http://id.wikipedia.org/wiki/Negara)

Pengertian Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

PELAPISAN SOSIAL
A. Pengertian
Pelapisan sosial atau yang sering disebut dengan stratifikasi sosial. Masyarakat terbentuk dari individu-individu . Individu dari berbagai latar belakang dan golongan akan menciptakan keberagaman atau masyarkat yang heterogen.
Masyarakat merupakan satu kesatuan kelompok individu dari berbagai golongan dan kelas sosial yang berbeda. Individu dan masyarakat merupakan pelengkap masing-masing, tanpa individu tidak mungkin ada masyarakat, dan sebaliknya.
Inividu dengan masyarakat saling terikat yaitu :
a. Individu dipengaruhi masyarakat untuk membentuk kepribadiannya
b. Individu mempengaruhi masyarakat dan dapat mengubah kehidupan bermasyarkat.
Membahas mengenai stratifikasi, stratifikasi berasal dari kata strata atau stratum yang berarti pelapisan masyarkat, yaitu individu yang memiliki beragam kedudukan dan kelas di masyarakat.
B. Terjadinya Pelapisan Sosial
Proses ini berjalan sesuai pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Orang - orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk berjalan secara alamiah, misalkan orang yang tua, maka kita sebagai orang yang lebih mudah harus menghormati, orang yang pandai akan merasa disegani oleh teman-teman dsb. Adapun pelapisan sosial yang terbentuk karena ke sengajaan atau rencana, dengan maksud untuk mencapai tujuan tertentu. Pelapisan sosial dalam hal ini contohnya adalah kegiatan berorganisasi. Dimana didalamnya ada pembagian jabatan untuk menangani suatu hal tetentu. Disini sangat jelas perbedaan antara individu satu dengan yang individu lainnya lainnya. Ada dua sistem dalam beroganisasi yaitu :
1. Sistem fungsional : merupakan pembagian kerja yang mengutamakan kerja sama dan pula dalam kedudukan yang sama, misal antara manajer satu dengan manajer lainnya mengadakan rapat.
2. Sistem skalar : pembagian kekuasaan dari bawah ke atas (vertikal)
C. Perbedaan Sistem Pelapisan Masyarakat
Menurut sifat :
1. Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
Dalam sistem ini pemindahan anggota masyarakat ke lapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal yang istimewa, Dalam sistem pelapisan tertutup, mereka akan menerima bila berdasarkan keturunan. Jadi selai dari aliran darah / keluarga tidak bisa masuk. Sistem pelapisan seperti ini biasa ditemui di India, dan Afrika Selatan, dimana mereka menganut politik apartheid atau perbedaan warna kulit yang disahkan melalui undang-undang.
2. Sistem Pelapisan Masyarakat Terbuka
Dalam sistem ini setiap masyarakat memiliki kesempatan untuk menempati suatu kedudukan tertentu, Setiap orang berkesempatan untuk menduduki jabatan tertentu asalkan memiliki kemampuan.dan sewaktu-waktu bisa turun karena tidak bisa mempertahankan kemampuannya. Sistem ini sangat baik untuk dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat. Karena adanya keterbukaan untuk bersaing dan menunjukkan kemampuannya
D. Teori Pelapisan Sosial Masyarakat
1. Masyarakat terdiri dari kelas atas dan kelas bawah
2. Masyarakat terdiri dari tiga kelas, kelas atas, kelas menengah dan kelas bawah
3. Masyarkat kelas atas , kelas menengah, kelas menengah kebawah dan kelas bawah.
Berikut pendapat para ahli mengenai pelapisan masyarakat :
1. Arisotteles mengatakan bahwa dalam tiap-tiap negara terdapat tiga unsur kaya,miskin dan menengah.
2. Vilfredo Pareto menyatakan bahwa masyarkat terdiri atas dua golongan yaitu golongan elite dan golongan non elite, menurutnya dasar dari perbedaan terjadi karena adanya perbedaan antara masing-masing individu, yakni dari kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda.
3. Gaotano Masoa menyatakan sebagai berikut :
Didalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang sangat kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju. Terdiri atas kelas pemerintah dan kelas yang diperintah .
4. Karl Mark, menurutnya ada dua kelas dalam kehidupan bermasyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksinya dan kelas yang hanya memiliki tenaga untuk mengoperasikan kegiatan produksi.
Jadi, kesimpulannya adalah pelapisan masyarakat terjadi berdasarkan ukuran-ukuran atau kriteria kehidupan individu, yaitu ukuran kekayaan, ukuran kekuasaan , ukuran kehormatan dan ukuran ilmu pengetahuan
1. Kesamaan Derajat
Setiap warganegara memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam memperole h kehidupan. Manusia dengan lingkungan memiliki hubungan timbal balik artinya masing-masing memiliki hak dan kewajiban sama besarnya. Setiap warga negara khususnya Indonesia dijamin kebebasannya dalam memperoleh hak dan melaksanakan kewajibannya, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang

1. Persamaan Hak
Negara Republik Indonesia, menganut asas bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan. Hukum ini dibuat dengan maksud untuk melindungi dan mengatur masyarakat secara umum Ada empat pasal yang memuat ketentuan tentang hak asasi manusia yakni pasal 27,28,29 dan 31.
Pasal 27 ayat 1 menetapkan bahwa ;Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan Pemerintahan dan wajib menjujung hukum dan pemerintahan tanpa kecuali.
Pasal 27 Ayat 2 ; hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
Pasal 28 ; kemerdekaan berserikat dan berkumpul , mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan oleh Undang-Undang.
Pasal 29 ayat 2 ; Kebebasan asasi untuk memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara.
Pasal 31 ; tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran, pemerintah mengusahakan dan menyelnggarakan suatu sistem pengajaran nasional , yang diatur dengan Undang-Undang.
Sumber : (http://wasnudin.blogdetik.com/2010/11/11/pelapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat/)