RSS

BASIS DATA PERUSAHAAN KONTRAKTOR PT.CANDRA INTECH PERKASA




TUGAS KELOMPOK SISTEM BASIS DATA
PERUSAHAN KONTRAKTOR
PT. CANDRA INTECH PERKASA
Jl. Raya Mercedez Benz Desa Wanaherang,Kecamatan Gn.Putri Bogor



Disusun Oleh:
1.      Elyda Azrya(12110353)
2.      Elsa Marisi Manurung (12110344)
3.      Fitri Yani(12110842)
4.      Nonik(15110023)
5.      Siti Nurfana(16110606)

3KA11





KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim
Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat-nya sehingga makalah ini dapat diselsaikan. Harapan saya makalah ini dapat memberi tuntunan konseptual yang praktis bagi mereka, baik praktisi maupun mahasiswa dalam memahami basis data. Saya menyadari, isi maupun cara penyampaian makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu saya mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari para membaca sehingga saya bisa mengembangangkan dengan lebih baik lagi.



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..............................................................................................
DAFTAR ISI..........................................................................................................
BAB I. PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG............................................................................................
BAB II. PEMBAHASAN
A. PEMBAHASAN HASIL SURVEY..........................................................................
B. PERANCANGAN DATABASE PERUSAHAAN.......................................................
BAB III.KESIMPULAN............................................................................................
BAB IV.PENUTUP...................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................



BAB I
PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG

Pengertian Perusahaan Jasa Kontraktor
Kontraktor merupakan sebuah perusahaan jasa yang melayani transaksi jual beli perumahan. Perusahaan jasa kontraktor mendapatkan rumah-rumah yang akan di jual dariagen atau dari masyarakat yang ingin menjual rumahnya lalu data-data tersebut rumah disimpan dalam sebuah database atau berkas sebelum di jual kepada konsumen, konsumen dapat memilih rumah sesuai apa yang di inginkan.Pada perusahaan jasa kontraktor menyediakan transaksi cash dan transaksi kreditsehingga pada perusahaan jasa kontraktor mengerti akan keadaan konsumen, sehingga semuaorang bisa membeli rumah baik secara kredit maupun cash dengan syarat-syarat yang sudahdi tentukan oleh pihak perusahaan jasa kotraktor.




BAB II
PEMBAHASAN

A.PEMBAHASAN HASIL SURVEY

Setalah hasil survey kami terhadap perusahan kontraktor, di dapatkan bahwa PT. Candra Intech Perkasa sejak tahun 2000 hingga sekarang menggunakan sistem data base modern. Seperti menggunakan:


  • ·    MC. Word

Untuk mengetik surat jalan, yang dimana surat jalan itu surat pengiriman barang terhadap konsumen yang biasa di bawa oleh supir truk perusahan kontraktor tersebut.

  • ·         MC. Power Point

Untuk  mempresentasikan kepada konsumen mengenai rancangan,sistem apa saja yang ada di perusahan kontraktor tersebut dll.

  • ·         MC. Exel

Untuk absen para pegawai, kontak atau alamat suplayer, blangko gaji karyawan, skejul P.O(putus order) atau data pembelian barang.

  • ·         Aplikasi Autocad

 Aplikasi Untuk membuat suatu rancangan gambar atau teknik.

B. PERANCANGAN DATABASE PERUSAHAAN

Nama Database pada perusahaan jasa kontraktor yaitu database “Kontraktor”, pada database kontraktor memiliki 3 tabel master dan 2 tabel transaksi.
·         Tabel master :

      1.Tabel Supplier 

No
Field Name
Type Data
Size
Description Name
Ket
1
Kode Supl
Text
8
Kode Supl
Primary Key
2
Nama Supl
Text
25
Nama Supl

3
Alamat
Text
50
Alamat

4
Kota
Text
15
Kota

5
Telp
Text
15
Telp

6
Email
Text
25
Email


2.Tabel Customer

No
Field Name
Type Data
Size
Description Name
Ket
1
Kode Cust
Text
8
Kode Customer
Primary Key
2
No KTP
Text
15
No KTP

3
Nama
Text
25
Nama

4
Alamat
Text
50
Alamat

5
Kota
Text
15
Kota

6
Telf
Text
15
Telf

7
Email
Text
25
Email

8
Jumlah Gaji
Number

Jumlah Gaji


  3.Tabel Rumah

No
Field Name
Type Data
Size
Description Name
Ket
1
Kode Rumah
Text
8
Kode Rumah
Primary Key
2
Type Rumah
Text
10
Type Rumah

3
Tahun Rumah
Text
4
Tahun Rumah

4
Nama Perumahan
Text
25
Nama Perumahan

5
Alamat Rumah
Text
50
Alamat Rumah

6
Luas Rumah
Number

Luas Rumah

7
Jumlah Lantai
Number

Jumlah Lantai

8
Harga Cash
Number

Harga Cash

9
Harga Kredit
Number

Harga Kredit


·         Tabel transaksi :

     1.Transaksi Cash 

No
Field Name
Type Data
Size
Description Name
Ket
1
Kode Transaksi
Text
8
Kode Transaksi
Primary Key
2
Tggl Transaksi
Data/Time
8
Tanggal Transaksi

3
Kode Rumah
Text
8
Kode Rumah
Foreign Key
4
Kode Cust
Text
8
Kode Customar
Foreign Key
5
Kode Supl
Text
8
Kode supl
Foreign Key
6
Diskon
Number

Diskon

7
Total Bayar
Number

Total Bayar


 2.Transaksi Kredit

No
Field Name
Type Data
Size
Description Name
Ket
1
Kode Transaksi
Text
8
Kode Transaksi
Primary Key
2
Tggl Transaksi
Date/Time

Tanggal Transaksi

3
Kode Rumah
Text
8
Kode Rumah
Foreign Key
4
Kode Cust
Text
8
Kode Cust
Foreign Key
5
Kode Supl
Text
8
Kode Supl
Foreign Key
6
Jumlah DP
Number

Jumlah DP

7
Sisa Bayar
Number

Sisa Bayar

8
Lama Angsuran
Number

Lama  Angsuran

9
Jumlah  Angsuran
Number

Jumlah Angsuran





  • ·         Relationship


        Tabel-tabel master yang terdiri dari tabel customer, tabel supplier dan tabel rumah salingberelasi dengan tabel transaksi baik dengan transaksi cash dan transaksi kredit denganderajat relasi satu ke banyak.










BAB III
KESIMPULAN

Perusahaan jasa kontraktor adalah suatu perusahaan jasa yang melakukan transaksi penjualan rumah-rumah yang di dapat dari agen atau masyarakat yang ingin menjualrumahnya melalui jasa perusahaannya, jasa-jasa orang dari perusahaan tersebut di sebutkontraktor. Karena semakin banyak orang yang ingin menjual rumah melalui perusahaan jasakontraktor tersebut maka semakin banyak data-data rumah yang di simpan juga semakin banyak pula agen-agen perusahaan jasa kontraktor tersebut. Oleh karena itu, di perlukan wadah yang besar dalam penyimpanan data-data tersebut, selain itu perusahaan jasakontraktor harus mempunyai kecepatan dan kepraktisan dalam menyimpan, menghapusataupun mencari data-data tersebut.
Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut perusahaan jasa kontraktor tersebut harusmemiliki suatu program aplikasi yang dapat membantu perusahaan jasa kontraktor tersebutdalam menyimpan data yang sangat banyak dan praktis dalam penyimpanannya, peenghapusannya dan mencari kembali data tersebut, sehingga di buatlah program sistemaplikasi informasi kontraktor.
Program sistem aplikasi kontraktor adalah sebuah sistem yang mengatur segalakegiatan transaksi yang ada pada perusahaan jasa kontraktor, baik dalam transaksi cash,transaksi kredit, penyimpanan data, penghapusan data dan pencarian data yang sudahtersimpan pada database.
Sebelum kita merancang form kita harus merancang dulu databasenya danmemastikan setiap tabel dalam database tersebut berelasi dengan baik terhadap tabel lain.Dalam perancangan form, form harus disusun secara berurutan agar mudah dalam penggunaannya, serta dapat di ketahui fungsi-fungsinya oleh orang lain atau mudahdimengerti.
Sebuah perusahaan memiliki kebutuhan program yang berbeda-beda sesuai apa yangdi butuhkan sama halnya dengan perusahaan jasa kontraktor ini, pada perusahaan jasakontraktor membutuhkan sedikitnya tiga form input yaitu : form Data Rumah, form DataSupplier dan form Data Customer. Perusahaan jasa kontraktor juga membutuhkan palingsedikit dua form transaksi, yaitu : form Transaksi Cash dan form Transaksi Kredit.

BAB IV
PENUTUP

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Saya banyak berharap para pembaca memberikan kritik dan saran yang membangun kepada saya demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan - kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi saya pada khususnya juga para pembaca pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA












PDRB KOTA BOJONEGORO DALAM ANGKA 2011

OLEH :
DEDE ANGGRIAWAN(11110736)
DELLA ALFIARNITA(11110767
 FITRI YANI(12110842)
PANDU HIDAYAT(15110302
SATRIA RAHMADHANI(16110405)

 
UNIVERSITAS GUNADARMA

2012
PDRB KOTA BOJONEGORO DALAM ANGKA 2011 
        Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu daerah dalam suatu periode tertentu adalah data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. PDRB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu daerah tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.

PDRB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun, Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa tersebut yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun tertentu sebagai dasar.

Tabel 10.1. mencatat besaran PDRB atas dasar harga berlaku selama tiga tahun terakhir. Tahun 2008 besaran PDRB atas dasar harga berlaku mencapai 13,706 trilyun rupiah, kemudian meningkat menjadi 16,819 trilyun rupiah di tahun 2009, dan terus melambung hingga 22,205 trilyun rupiah di tahun 2010.
Besaran PDRB atas dasar harga konstan di Kabupaten Bojonegoro seperti tercatat di tabel 10.2 adalah sebesar 6,6 trilyun rupiah di tahun 2008, 7,267 trilyun di tahun 2009 dan terakhir sebesar 8,128 trilyun di tahun 2010
Pembangunan ekonomi yang dilaksanakan baik didaerah perkotaan maupun daerah pedesaan dalam periode jangka waktu tertentu akan membawa suatu perubahan yaitu tingkat pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh perubahan-perubahan dalam struktur dan corak kegiatan ekonomi suatu wilayah atau yang lebih dikenal dengan perubahan struktur ekonomi.
Struktur ekonomi dapat diartikan sebagai sebaran/distribusi dari masing-masing komponen yang membentuk ekonomi suatu wilayah dan biasanya disajikan dalam bentuk persentase
Tabel 10.3 menggambarkan struktur ekonomi Kabupaten Bojonegoro menurut lapangan usaha Tahun 2008-2010
Untuk tahun 2010, sektor pertambangan dan penggalian menyumbang 38,37 persen dari total nilai tambah yang terbentuk di Kabupaten Bojonegoro. Disusul sektor pertanian yang menyumbang 21,67 persen.
Adapun andil sektor perdagangan, hotel dan restoran dalam membentuk nilai tambah di Bojonegoro adalah sebesar 13,94 persen.
Beberapa sektor yang lemah kontribusinya dalam pembentukan nilai tambah adalah sektor listrik, gas dan air bersih yaitu hanya 0,48 persen, sektor angkutan dan komunikasi yang mensuplai sebesar 3,32 persen dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan dengan sumbangan sebesar 3,68 persen.
Pertumbuhan ekonomi adalah ukuran dinamis yang digunakan untuk melihat movement atau perubahan tingkat ekonomi antar periode. Perubahan atau movement ini diukur dengan satu ukuran / satu periode yang disebut kondisi ekonomi pada tahun dasar.
Dengan mengurangkan dengan bilangan 100, Tabel 10.8 menunjukkan tingkat pertumbuhan ekonomi sektoral maupun secara umum mulai tahun 2008 hingga 2010.
Pertumbuhan ekonomi Bojonegoro secara umum di tahun 2008 adalah sebesar 10,24 persen, pertumbuhan sedikit menurun di tahun 2009 yaitu sebesar 10,10 persen. Namun tingkat pertumbuhan kembali naik di tahun 2010 yaitu sebesar 11,84 persen


Gambar / Figure 10.1
Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha di Kab Bojonegoro
Economic Growth by Sector in Bojonegoro
2008 – 2010
(persen/percent)

Sumber : BPS Kab Bojonegoro
Source : Central Board of Statistics Bojonegoro Regency
Tabel/Table : 10.1
PDRB Atas Dasar Harga Berlaku menurut Lapangan Usaha, Kab. Bojonegoro
Gross Regional Domestic Product at Current Market Price of Bojonegoro Regency 2008 – 2010
(Milyar/Milliard Rupiah)


Sumber : BPS Kab Bojonegoro
Source : Central Board of Statistics Bojonegoro Regency
 
Tabel/Table : 10.2
PDRB Atas Dasar Harga Konstan Menurut Lapangan Usaha, Kab. Bojonegoro
Gross Regional Domestic Product at Constant Market Price of Bojonegoro Regency 2008 – 2010
(Milyar/Milliard Rupiah)
Sumber : BPS Kab Bojonegoro
Source : Central Board of Statistics Bojonegoro Regency
Tabel/Table : 10.3
Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Menurut Harga Berlaku Kabupaten Bojonegoro
Percentage Distribution of Gross Regional Domestic Product by Prices
2008 – 2010
(%)

Sumber : BPS Kab Bojonegoro
Source : Central Board of Statistics Bojonegoro Regency
Tabel/Table : 10.4
Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Menurut Harga Konstan Kabupaten Bojonegoro,
Percentage Distribution of Gross Regional Domestic Product at Constant Prices
2008 – 2010
(%)
 
Sumber : BPS Kab Bojonegoro
Source : Central Board of Statistics of Bojonegoro Regency
Tabel/Table : 10.5
Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Bojonegoro
Development Index Gross Regional Domestic Product At Current Market Prices
2008 – 2010
(%)

Sumber : BPS Kab Bojonegoro
Source : Central Board of Statistics of Bojonegoro Regency
Tabel/Table : 10.8
Indeks Berantai Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan Kabupaten Bojonegoro
Index Gross Regional Domestic Product Chain Constant Prices
2008 – 2010
(%)

Sumber : BPS Kab Bojonegoro
Source : Central Board of Statistics of Bojonegoro Regency
Tabel/Table : 10.9
Indeks Implisit Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Bojonegoro
Index Gross Regional Domestic Product Implicit Bojonegoro Regency
2008 – 2010
(%)

Sumber : BPS Kab Bojonegoro
Source : Central Board of Statistics of Bojonegoro Regency
Tabel/Table : 10.10
Inflasi Dari Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Bojonegoro
Inflation of Gross Regional Domestic Product Bojonegoro
2008 – 2010
(%)

Sumber : BPS Kab Bojonegoro
Source : Central Board of Statistics of Bojonegoro Regency
Tabel 10.11
Perkembangan beberapa agregat pendapatan dan pendapatan perkapita
2008 s.d. 2010

Sumber : BPS Kab Bojonegoro 
Source : Central Board of Statistics of Bojonegoro Regency
KESIMPULAN DAN PENUTUP



A. KESIMPULAN
Atas dasar uraian dan penjelasan sebelumnya, dapat disimpulkan beberapa poin penting kesimpulan melalui komparasi antara sasaran / target sebagaimana ditetapkan dengan hasil hasil yang dicapai sebagai berikut :
1.        Terwujudnya stabilitas dan progres pertumbuhan ekonomi daerah.
Indikator ini diantaranya terukur dari :
a.        Pertumbuhan ekonomi pada Tahun 2008 ini mencapai 5,89 % atau mengalami progres 8,87% dibanding tahun 2007 yang mencapai 5,41 %. Meski demikian, angka ini masih belum mencapai target pertumbuhan yang  ditetapkan pada tahun 2008 sebesar 6%.

b.      PDRB Kabupaten Bojonegoro pada Tahun 2008 ini mencapai  10.983 Milyar (harga berlaku) dan 5.246 Milyar (harga konstan) atau mengalami progres 15,56% dan 5,89% dibanding Tahun 2007. Dengan demikian, angka ini telah melampaui target yang ditetapkan pada tahun 2008 sebesar 9.516 Milyar (harga berlaku) dan 4.928 Milyar untuk harga konstan.

c.        PDRB Per Kapita pada Tahun 2008 ini mencapai 7,9 Juta Rupiah atau mengalami progres 15,6 % dibanding Tahun 2007. Dan apabila dikalkulasikan dalam PDRB Per Kapita Per Bulan maka Per Kapita masyarakat baru mencapai 659 Ribu 208 Rupiah atau diatas UMK yang ditetapkan sebesar 630 Ribu Rupiah.

2.       Terwujudnya peningkatan kapasitas fiskal daerah pada Tahun 2008 dibandingkan Tahun 2007,
        Indikator ini dapat dilihat dari :
a.       Progress penerimaan daerah yang mencapai 17,99 %, yaitu dari 755,8 Milyar lebih pada Tahun 2007 menjadi 891,8 Milyar lebih pada Tahun 2008.

b.       Progress sisi pendapatan asli daerah yang mencapai 3,95 %, yaitu dari 56,46 Milyar lebih pada Tahun 2007 menjadi 58,69 Milyar lebih pada Tahun 2008, meski demikian dalam tinjauan kontribusi PAD terhadap penerimaan daerah masih tergolong kecil, yaitu baru mencapai 6,58 %.

c.        Meningkatnya kekuatan anggaran belanja daerah Tahun 2008 yang mencapai 13,99 % dibanding Tahun 2007, dengan disertai proporsional komposisi distribusi antara belanja gaji pegawai dan belanja kegiatan dengan ratio 42 : 58.



3.       Tercapainya peningkatan kapabilitas daerah yang terukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 65,99 % atau mengalami progress dibanding tahun 2007 yang mencapai 65 %.

4.       Terwujudnya upaya penurunan rangka pengentasan kemiskinan, yang dapat terlihat dari indikasi terus menurunnya jumlah penduduk miskin mulai Tahun 2005 sampai Tahun 2008, yaitu dari 640.980 orang (166.568 RTM) pada Tahun 2005, menjadi 566.695 orang (160.663 RTM1) pada Tahun 2006, menurun menjadi  128.981 RTM2 pada Tahun 2008 (data sangat sementara).  Dengan demikian, dari target sasaran penurunan sebesar 4,5 % dibanding Tahun 2005 (atau menjadi 615.341 orang (159.905 RTM)), ternyata angka kemiskinan pada Tahun 2008 berhasil ditekan 22,57%. Meskipun harus diakui secara ratio makro, jumlah RTM berbanding jumlah KK di Kabupaten Bojonegoro masih tergolong cukup tinggi, yaitu mencapai 34,59% (128.981 RTM : 372.872 KK).

5.       Terwujudnya upaya penurunan angka pengangguran, yang direncanakan menurun 3 % pada setiap tahunnya, dimana sampai dengan Tahun 2008 angka pengangguran mencapai 112.241 dibanding target 132.851 orang pada akhir masa RPJM 2006-2008. Dengan demikian, angka pengangguran Tahun 2008 mengalami penurunan 25,92 % dibanding tahun 2007 yang mencapai 151.523 orang. Meskipun harus diakui pula bahwa secara ratio makro, jumlah penganggur berbanding jumlah Angkatan Kerja di Kabupaten Bojonegoro masih tergolong cukup tinggi, yaitu mencapai 16,90% (112.241 penganggur : 663.988 Angkatan Kerja)


 B. PENUTUP
Pencapaian pembangunan dari hasil pelaksanaan tugas penyelenggaraan Pemerintahan di Daerah Kabupaten Bojonegoro yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2008 telah dapat dilalui, dan hal tersebut menunjukan seluruh aktivitas pelaksanaan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan oleh seluruh unit kerja Pemerintah Kabupaten Bojonegoro selama kurun waktu satu tahun.
Hasil pelaksanaan tugas penyelenggaraan Pemerintahan di Daerah Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran 2008, yang dipertanggungjawabkan oleh Bupati kepada Pemerintah Pusat melalui Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah ( LPPD ), pemberian laporan keterangan pertenggungjawaban kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), serta pemberian Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah ( ILPPD ) kepada masyarakat merupakan implementasi dari penyelenggaraan pemerintahan di daerah yang pada hakekatnya diarahkan guna mencapai perubahan kondisi fisik dan sosial masyarakat yang lebih baik. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004.
 Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Bojonegoro Tahun 2008 ini memberikan gambaran seluruh realisasi dari rangkaian kegiatan penyelenggaraan Pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan Kabupaten Bojonegoro tahun 2008, yang pada dasarnya merupakan sebuah prestasi umum atas kinerja Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berikut capaian kinerjanya.
 Keberhasilan pembangunan tersebut merupakan keberhasilan seluruh masyarakat Kabupaten Bojonegoro dengan dasar peran serta aktif masyarakat yang bekerja keras dengan mengerahkan segala sumber daya serta kemandirian untuk mencapai kesejahteraan hidup yang lebih baik serta dukungan segenap aparat pelaksana yang andal dari seluruh bidang-bidang pemerintahan yang secara aktif dan transparan berusaha untuk mengeluarkan segenap kemampuan dan upaya untuk melayani seluruh komponen masyarakat Kabupaten Bojonegoro.

 Hasil Pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Tahun 2008 yang diarahkan pada pemihakan dan pemberdayaan harus dipahami sebagai suatu transformasi dalam hubungan sosial, ekonomi, budaya dan politik masyarakat. Skenario pembangunan tersebut memunculkan pemikiran bahwa kebijakan pembangunan daerah harus diletakkan untuk mampu melihat ke depan tanpa mengabaikan realitas yang terjadi serta tetap memperhatikan kondisi masyarakat di daerah. Dalam hal ini orientasi pada pemberdayaan seluruh potensi masyarakat dapat diyakini sebagai basis pertumbuhan yang kokoh dan merata.
 Namun perlu juga difahami bahwa berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program / kegiatan pembangunan selama tahun 2008, belum dapat sepenuhnya menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Kompleksitas permasalahan serta daya serap pembangunan yang terbatas tidak akan menjadi hambatan dalam proses pembangunan kedepan, namun akan menjadi pembelajaran untuk dapat membangun Kabupaten Bojonegoro menjadi lebih baik.



DAFTAR PUSTAKA
www.bojonegorokab.go.id/pdrb
 

Jurnal


JUDUL JURNAL

Prediksi Penawaran dan Permintaan Kedelai dengan Analisis Deret Waktu


 


PENULIS

Della Alfiarnita         ( 11110767 )
Fitri Yani                  ( 12110842 )
Pandu Hidayat         ( 15110302 )
Satria Ramadhani    ( 16110405 )              

NAMA JURNAL

Informatika Pertanian

VOLUME
Volume 17 no. 2, 2008



 



 
 HALAMAN

 Pendahuluan                                                          1
 Masalah / Tujuan                                                   1
 Tinjauan Pustaka                                                   1
 Hipotesis                                                                1
 Variabel yang digunakan                                       2
 Sampling                                                                2









 



 PENDAHULUAN

            Kedelai dengan nama lain Glycine max (kedelai kuning, Glycine scja (kedelai hitam) merupakan sumber protein nabati utama bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Kedelai merupakan tumbuhan serbaguna, karena akarnya memiliki akar pengikat nitrogen bebas, tanaman nya dapat digunakan sebagai pupuk hijau dan pakan ternak.
            Produk kedelai yang paling dikenal oleh masyarakat adalah tempe. Indonesia merupakan Negara produsen tempe terbesar didunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai di Indonesia dilakukan dalam bentuk tempe, 40% dalam bentuk tahu, 10% dalam bentuk lain.
            Upaya peningkatan kedelai di Indonesia baik dari segi kualitas dan kuantitas terus diupayakan oleh pemerintah. Pengembangan komoditas kedelai untuk menjadi unggulan sub sector tanaman pangan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang terkait, upaya perencanaan pembangunan pertanian khususnya untuk komoditas kedelai.

MASALAH / TUJUAN

            Produktivitas kedelai Indonesia masih dibawah Negara – Negara asia lainnya seperti Cina , Jepang, Thailand dan Vietnam. Dikarenakan kedelai yang banyak dikembaangkan di Indonesia adalah kedelai putih yang bukan merupakan tanaman asli daerah tropis.
            Selain itu jumlah pemerataan distribusi kedelai di Indonesia tidak merata karena struktur tanah dan lahan yang kurang baik. Sehingga jumlah kedelai yg dihasilkan atau ditawarkan tidak sesuai dengan permintaan pasar.

TINJAUAN PUSTAKA

            Di tinjau dari keadaan dan fakta yang ada , ada 2 tujuan utama dari pembuatan analisis dan jurnal ini yaitu;
a.    mengidentifikasikan fenomena kejadian fakta yang disajikan oleh
sekumpulan observasi
b.    peramalan yang memprediksi penilaian di masa mendatang

HIPOTESIS

Ada dua model metode pengujian dalam winter’s method yaitu model multiplikatif dan additive. Bentuk persamaan dari model multiplikatif:
                                               
Xt = Tt * Ct* St * It
Xt = luas panen waktu ke-t
Tt = komponen trend untuk waktu ke-t
Ct = komponen siklus untuk waktu ke-t
St = komponen level atau musiman untuk waktu ke-t
It  = komponen kesalahan acak ( statsoft, 2008a)






 



 VARIABEL YANG DIGUNAKAN

Kedelai Putih Dan kedelai Hitam


SAMPLING

Lampiran 1. Provinsi Sentra Produksi Kedelai di Indonesia, 2003-2008.


Lampiran 2. Perkembangan Konsumsi dan Ketersediaan Kedelai per Kapita,
Tahun 1990-2006.


Lampiran 3. Perkembangan Luas Panen Kedelai 5 (lima) Negara Besar, 2003-2007.

Lampiran 4. Perkembangan Produksi Kedelai 5 (lima) Negara Besar, 2003-2007.

Lampiran 5. Perbandingan Angka Sasaran dan Hasil Proyeksi Luas Panen,
Produktivitas dan Produksi Kedelai Indonesia, Tahun 2008-2010.







Sumber :
*) Ditjen Tanaman Pangan.
**) Badan Pusat Statistik.
***) Diolah Pusdatin.




 KESIMPULAN

1.  Kedelai merupakan salah satu komoditas palawija yang prospek pengembangannya masih sangat besar di masa yang akan datang. Berdasarkan angka ramalan III tahun 2008 (BPS), Luas panen kedelai di Indonesia adalah 579,59 hektar, Produktivitasnya adalah 13,13 ku/ha dan produksi 761,21 ribu ton. Laju pertumbuhan permintaan kedelai adalah 0.05% per tahun.
2.  Model analisis untuk luas panen dibuat dengan metode Winter Multiplicative dengan persamaan Xt = Tt * St * It dimana nilai MAPE-nya 14.
3.  persamaan model regresi untuk produktivitas adalah Yt = 11,32 + 0,399t – 0,325DII dengan nilai R2 = 76,9%
4.  Persamaan model trend linier untuk permintaan kedelai adalah Yt = 12.2441 – 0.284902*t dengan MAPE = 9,44.
5.  Berdasarkan model yang disusun, tahun 2009 dan 2010 diperkirakan Indonesia masih akan defisit kedelai sebesar 771ribu ton untuk tahun 2009 dan 705 ton untuk tahun 2010. Untuk mengantisipasi hal ini maka perlu di lakukan penyusunan kebijakan yang tepat untuk dapat mencukupi kebutuhan akan kedelai dalam negeri.


KETERBATASAN

Walaupun dikatakan Indonesia merupakan Negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia, namun pemenuhan kebutuhan akna kedelain masih harus di impor dari luar. Ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang tinggi akan jenis kedelai putih. Kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan Cina. Pemuliaan serta domestikasi belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosintetif kedelia putih. Disisi lain, kedelai hitam yang tidak bersifat fotosintetif kurang mendapat perhatian dalam pemuliaan meskipun dari segi adaptasi lebih cocok bagi Indonesia.

IMPLIKASI

Olahan biji kedelai dapat dibuat menjadi berbagai bentuk seperti tahu, bermacam-macam saus penyedap (salah satunya kecap, yang aslinya dibuat dari kedelai hitam), tempe, susu, tepung, tauco,dan minyak ( yang nantinya di jadikan menjadi sabun, plastic, kosmetik, resin, tinta, krayon, pelarut dan biodiesel.


 

 

Dasar-dasar Kamera DSLR



Kamera DSLR saat ini sudah begitu populer di kalangan penggemar fotografi berkat kualitas hasil fotonya serta kecepatan kinerjanya. Berbagai merk dan tipe kamera dijual di pasaran dengan harga dan jenis yang berbeda-beda. Pada saat kita hendak membeli kamera DSLR tentu perlu terlebih dahulu mengenali jenis kamera tersebut dan disesuaikan dengan kebutuhan fotografi kita. Artikel kali ini akan memberi gambaran tentang kamera DSLR secara umum dan penggolongan berdasarkan kelas dan formatnya.
DSLR atau Digital Single Lens Reflex adalah kamera digital dengan format yang mengadopsi kamera SLR film yaitu memiliki lensa yang bisa dilepas, memiliki cermin mekanik dan penta prisma untuk mengarahkan sinar yang melewati lensa menuju ke jendela bidik. Saat tombol rana ditekan, cermin akan terangkat dan shutter terbuka sehingga menyebabkan sinar yang memasuki lensa akan diteruskan mengenai sensor. Proses eksposur diakhiri dengan menutupnya shutter dan cermin kembali diturunkan. Total waktu yang diperlukan dari shutter membuka hingga menutup lagi dinamakan shutter speed dan bisa diatur secara manual atau otomatis.
Perbedaan antara kamera SLR di era film dengan kamera digital SLR (DSLR) adalah pada media rekam gambar peka cahaya yang digunakan, dimana pada SLR digunakan film 35mm dan pada kamera DSLR digunakanlah sensor peka cahaya berjenis CCD atau CMOS. Karena sudah menggunakan sensor, maka DSLR layaknya kamera digital pada umumnya, memiliki rangkaian elektronik dan memiliki layar LCD untuk menampilkan gambar. Namun secara prinsip kerja, kamera DSLR masih memiliki modul yag serupa dengan kamera SLR film seperti modul auto fokus dan modul light meter untuk pengukuran cahaya.
Setiap merk kamera DSLR masing-masing mendesain sendiri mount untuk memasang lensanya. Kebanyakan mount ini tidak saling kompatibel, meski ada juga kamera yang berbagi desain mount lensa (seperti Nikon dan Fuji). Canon memiliki desain EF-mount untuk kamera DSLRnya, sedang Nikon memakai F mount yang tetap dipertahankan sejak 50 tahun yang lalu. Sebuah kamera DSLR masih bisa dipasang lensa lama asalkan mount-nya sama, meski bisa jadi ada fitur pada lensa modern yang tidak kompatibel. Lensa DSLR modern sendiri kini sudah dilengkapi dengan fitur stabilizer, motor ultra sonic untuk auto fokus hingga CPU untuk bertukar informasi dengan kamera.
Seputar sensor DSLR
Kamera DSLR memiliki keunggulan dalam hal ukuran sensornya yang jauh lebih besar dibanding kamera digital biasa. Hal ini kamera ukuran sensor dibuat menyamai ukuran film analog 35mm atau yang dikenal dengan sebutan full frame (36 x 24mm). Sensor yang besar artinya setiap pikselnya memiliki ukuran yang lebih besar, sehingga kemampuan dalam menangkap cahaya lebih baik. Maka itu kamera DSLR memiliki kemampuan ISO tinggi yang baik dimana pada ISO tinggi pun noisenya masih terjaga dengan baik. Namun dengan sensor yang berukuran besar, biaya produksi kamera DSLR menjadi tinggi khususnya DSLR full frame. Selain memakai sensor berukuran 35mm, kamera DSLR juga tersedia dengan sensor yang berukuran lebih kecil. Tujuannya adalah untuk menekan biaya produksi dan membuka kesempatan memproduksi lensa khusus yang bisa dibuat lebih kecil dan dengan biaya yang lebih murah.
Sensor yang lebih kecil dari sensor full frame biasa disebut dengan crop-sensor, karena gambar yang dihasilkan tidak lagi memiliki bidang gambar yang sama dengan fokal lensa yangdigunakan. Hal ini biasa disebut dengan crop factor, dinyatakan dengan focal length multiplier, suatu faktor pengali yang akan membuat fokal lensa yang digunakan akan terkoreksi sesuai ukuran sensor. Perkalian ini akan menaikkan fokal efektif dari fokal lensa yang dipakai sehingga hasil foto yang diambil dengan sensor crop ini akan mengalami perbesaran (magnification). Semakin kecil sensornya maka semakin tinggi crop factornya dan semakin besar perbesaran gambarnya.
Berikut adalah bermacam ukuran sensor kamera DSLR dan kaitannya dengan crop factor  :
  • Full frame 35mm (36 x 24mm)           : tanpa crop factor
  • APS-H (28.7  x 19mm)                       : crop factor 1,3x
  • APS-C (23.6 x 15.7mm)                     : crop factor 1,5x
  • APS-C (22.2 x14.8mm)                      : crop factor 1,6x
  • Four Thirds (17.3 x 13mm)                 : crop factor 2x
Lensa yang didesain untuk kamera DSLR full frame memiliki diameter image circle yang disesuaikan dengan ukuran sensor 35mm. Dengan semakin banyaknya DSLR dengan sensor yang lebih kecil daripada sensor full frame, maka kini semakin banyak dibuat lensa khusus dengan diameter image circle yang juga lebih kecil. Lensa ini dibedakan dengan penamaan khusus, misalnya memakai kode EF-S untuk Canon dan DX untuk Nikon. Lensa semacam ini berukuran lebih kecil dan tergolong lensa generasi modern yang sudah dilengkapi dengan CPU. Namun lensa dengan diameter kecil ini tidak bisa dipakai di DSLR full frame karena hasil fotonya akan mengalami vignetting (ada lingkaran di pojok foto akibat diameter lensa yang lebih kecil dari ukuran sensor).Jalur agak berbeda ditempuh oleh Olympus yang memakai sensor Four Thirds (4/3) di seluruh jajaran kamera DSLRnya, sehingga lensanya pun sudah didesain memiliki image circle yang sesuai dengan sensor Four Thirds.
Sebagai contoh, sebuah lensa fix 50mm akan memberikan panjang fokal efektif yang berbeda bila mengalami crop factor berikut :
  • 1,3x     : 65mm
  • 1,5x     : 75mm
  • 1,6x     : 80mm
  • 2x        : 100mm
Maka itu memahami ukuran sensor dari kamera DSLR yang dimiliki sangat diperlukan supaya kita tidak salah dalam memperhitungkan rentang fokal yang  dibutuhkan.
DSLR secara teknis
Kamera DSLR merupakan kamera tingkat lanjut yang memiliki komponen internal yang rumit dan presisi. Prinsip kerjanya mengandalkan cermin yang menutupi sensor sehingga gambar yang ditangkap oleh lensa dipantulkan oleh cermin menuju jendela bidik. Saat tombol rana ditekan, cermin akan turun sehingga sensor mendapat gambar yang ditangkap lensa lalu merekamnya kedalam file digital. Di dalam kamera DSLR terdapat modul auto fokus yang bekerja berdasar prinsip deteksi fasa dengan sejumlah titik sensor fokus. DSLR kelas mahal memiliki modul AF yang rumit dan punya banyak titik fokus, sementara DSLR kelas pemula memiliki modul AF yang lebih sederhana dengan hanya tiga atau lima titik AF. Selain modul AF, terdapat juga alat ukur cahaya yang bernama light meter, yang berfungsi menentukan nilai shutter dan aperture yang akan digunakan pada setiap kondisi pencahayaan.Light meter ini juga memiliki beberapa segmen sensor yang masing-masing mengukur intensitas cahaya lalu datanya akan dianalisa dan dirata-rata oleh prosesor kamera. Kamera DSLR profesional punya modul light meter yang sangat presisi dan jarang meleset dalam menentukan eksposur. Modul light meter di kamera DSLR pemula tergolong sederhana dan sesekali menghasilkan foto yang under atau over eksopsur sehingga perlu disiasati dengan kompensasi eksposur.
Seiring bertambah majunya perkembangan teknologi kamera DSLR, kini semakin umum dijumpai kamera DSLR dengan kemampuan live-view atau menampilkan preview gambar yang akan difoto melalui layar LCD. Pada kamera DSLR generasi awal, layar LCD hanya digunakan untuk menampilkan hasil foto saja, sedangkan untuk membidik hanya bisa melalui jendela bidik (viewfinder). Namun untuk sebuah kamera DSLR bisa melakukan live-view, kamera perlu menurunkan cermin supaya sensor bisa menerima gambar dari lensa. Akibatnya kamera kehilangan kemampuan auto fokusnya yang berbasis deteksi fasa. Sebagai gantinya, diberikanlah metoda auto fokus lain yang berbasis deteksi kontras seperti yang dipakai di kamera digital biasa. Perbedaan utamanya, auto fokus dengan deteksi kontras perlu waktu lebih lama untuk mengunci fokus padahal kamera DSLR itu identik dengan kinerjanya yang cepat. Pengembangan lebih lanjut dari live-view adalah memungkinkannya kamera DSLR modern untuk merekam gambar bergerak atau video. Kini semakin banyak kamera DSLR yang bisa merekam video beresolusi High Definition (HD) 1280 x 720 piksel bahkan 1920 x 1080 piksel.

sumber: fokusnusantara.com