RSS

PDRB KOTA BOJONEGORO DALAM ANGKA 2011

OLEH :
DEDE ANGGRIAWAN(11110736)
DELLA ALFIARNITA(11110767
 FITRI YANI(12110842)
PANDU HIDAYAT(15110302
SATRIA RAHMADHANI(16110405)

 
UNIVERSITAS GUNADARMA

2012
PDRB KOTA BOJONEGORO DALAM ANGKA 2011 
        Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu daerah dalam suatu periode tertentu adalah data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. PDRB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu daerah tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.

PDRB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun, Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa tersebut yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun tertentu sebagai dasar.

Tabel 10.1. mencatat besaran PDRB atas dasar harga berlaku selama tiga tahun terakhir. Tahun 2008 besaran PDRB atas dasar harga berlaku mencapai 13,706 trilyun rupiah, kemudian meningkat menjadi 16,819 trilyun rupiah di tahun 2009, dan terus melambung hingga 22,205 trilyun rupiah di tahun 2010.
Besaran PDRB atas dasar harga konstan di Kabupaten Bojonegoro seperti tercatat di tabel 10.2 adalah sebesar 6,6 trilyun rupiah di tahun 2008, 7,267 trilyun di tahun 2009 dan terakhir sebesar 8,128 trilyun di tahun 2010
Pembangunan ekonomi yang dilaksanakan baik didaerah perkotaan maupun daerah pedesaan dalam periode jangka waktu tertentu akan membawa suatu perubahan yaitu tingkat pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh perubahan-perubahan dalam struktur dan corak kegiatan ekonomi suatu wilayah atau yang lebih dikenal dengan perubahan struktur ekonomi.
Struktur ekonomi dapat diartikan sebagai sebaran/distribusi dari masing-masing komponen yang membentuk ekonomi suatu wilayah dan biasanya disajikan dalam bentuk persentase
Tabel 10.3 menggambarkan struktur ekonomi Kabupaten Bojonegoro menurut lapangan usaha Tahun 2008-2010
Untuk tahun 2010, sektor pertambangan dan penggalian menyumbang 38,37 persen dari total nilai tambah yang terbentuk di Kabupaten Bojonegoro. Disusul sektor pertanian yang menyumbang 21,67 persen.
Adapun andil sektor perdagangan, hotel dan restoran dalam membentuk nilai tambah di Bojonegoro adalah sebesar 13,94 persen.
Beberapa sektor yang lemah kontribusinya dalam pembentukan nilai tambah adalah sektor listrik, gas dan air bersih yaitu hanya 0,48 persen, sektor angkutan dan komunikasi yang mensuplai sebesar 3,32 persen dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan dengan sumbangan sebesar 3,68 persen.
Pertumbuhan ekonomi adalah ukuran dinamis yang digunakan untuk melihat movement atau perubahan tingkat ekonomi antar periode. Perubahan atau movement ini diukur dengan satu ukuran / satu periode yang disebut kondisi ekonomi pada tahun dasar.
Dengan mengurangkan dengan bilangan 100, Tabel 10.8 menunjukkan tingkat pertumbuhan ekonomi sektoral maupun secara umum mulai tahun 2008 hingga 2010.
Pertumbuhan ekonomi Bojonegoro secara umum di tahun 2008 adalah sebesar 10,24 persen, pertumbuhan sedikit menurun di tahun 2009 yaitu sebesar 10,10 persen. Namun tingkat pertumbuhan kembali naik di tahun 2010 yaitu sebesar 11,84 persen


Gambar / Figure 10.1
Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha di Kab Bojonegoro
Economic Growth by Sector in Bojonegoro
2008 – 2010
(persen/percent)

Sumber : BPS Kab Bojonegoro
Source : Central Board of Statistics Bojonegoro Regency
Tabel/Table : 10.1
PDRB Atas Dasar Harga Berlaku menurut Lapangan Usaha, Kab. Bojonegoro
Gross Regional Domestic Product at Current Market Price of Bojonegoro Regency 2008 – 2010
(Milyar/Milliard Rupiah)


Sumber : BPS Kab Bojonegoro
Source : Central Board of Statistics Bojonegoro Regency
 
Tabel/Table : 10.2
PDRB Atas Dasar Harga Konstan Menurut Lapangan Usaha, Kab. Bojonegoro
Gross Regional Domestic Product at Constant Market Price of Bojonegoro Regency 2008 – 2010
(Milyar/Milliard Rupiah)
Sumber : BPS Kab Bojonegoro
Source : Central Board of Statistics Bojonegoro Regency
Tabel/Table : 10.3
Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Menurut Harga Berlaku Kabupaten Bojonegoro
Percentage Distribution of Gross Regional Domestic Product by Prices
2008 – 2010
(%)

Sumber : BPS Kab Bojonegoro
Source : Central Board of Statistics Bojonegoro Regency
Tabel/Table : 10.4
Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Menurut Harga Konstan Kabupaten Bojonegoro,
Percentage Distribution of Gross Regional Domestic Product at Constant Prices
2008 – 2010
(%)
 
Sumber : BPS Kab Bojonegoro
Source : Central Board of Statistics of Bojonegoro Regency
Tabel/Table : 10.5
Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Bojonegoro
Development Index Gross Regional Domestic Product At Current Market Prices
2008 – 2010
(%)

Sumber : BPS Kab Bojonegoro
Source : Central Board of Statistics of Bojonegoro Regency
Tabel/Table : 10.8
Indeks Berantai Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan Kabupaten Bojonegoro
Index Gross Regional Domestic Product Chain Constant Prices
2008 – 2010
(%)

Sumber : BPS Kab Bojonegoro
Source : Central Board of Statistics of Bojonegoro Regency
Tabel/Table : 10.9
Indeks Implisit Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Bojonegoro
Index Gross Regional Domestic Product Implicit Bojonegoro Regency
2008 – 2010
(%)

Sumber : BPS Kab Bojonegoro
Source : Central Board of Statistics of Bojonegoro Regency
Tabel/Table : 10.10
Inflasi Dari Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Bojonegoro
Inflation of Gross Regional Domestic Product Bojonegoro
2008 – 2010
(%)

Sumber : BPS Kab Bojonegoro
Source : Central Board of Statistics of Bojonegoro Regency
Tabel 10.11
Perkembangan beberapa agregat pendapatan dan pendapatan perkapita
2008 s.d. 2010

Sumber : BPS Kab Bojonegoro 
Source : Central Board of Statistics of Bojonegoro Regency
KESIMPULAN DAN PENUTUP



A. KESIMPULAN
Atas dasar uraian dan penjelasan sebelumnya, dapat disimpulkan beberapa poin penting kesimpulan melalui komparasi antara sasaran / target sebagaimana ditetapkan dengan hasil hasil yang dicapai sebagai berikut :
1.        Terwujudnya stabilitas dan progres pertumbuhan ekonomi daerah.
Indikator ini diantaranya terukur dari :
a.        Pertumbuhan ekonomi pada Tahun 2008 ini mencapai 5,89 % atau mengalami progres 8,87% dibanding tahun 2007 yang mencapai 5,41 %. Meski demikian, angka ini masih belum mencapai target pertumbuhan yang  ditetapkan pada tahun 2008 sebesar 6%.

b.      PDRB Kabupaten Bojonegoro pada Tahun 2008 ini mencapai  10.983 Milyar (harga berlaku) dan 5.246 Milyar (harga konstan) atau mengalami progres 15,56% dan 5,89% dibanding Tahun 2007. Dengan demikian, angka ini telah melampaui target yang ditetapkan pada tahun 2008 sebesar 9.516 Milyar (harga berlaku) dan 4.928 Milyar untuk harga konstan.

c.        PDRB Per Kapita pada Tahun 2008 ini mencapai 7,9 Juta Rupiah atau mengalami progres 15,6 % dibanding Tahun 2007. Dan apabila dikalkulasikan dalam PDRB Per Kapita Per Bulan maka Per Kapita masyarakat baru mencapai 659 Ribu 208 Rupiah atau diatas UMK yang ditetapkan sebesar 630 Ribu Rupiah.

2.       Terwujudnya peningkatan kapasitas fiskal daerah pada Tahun 2008 dibandingkan Tahun 2007,
        Indikator ini dapat dilihat dari :
a.       Progress penerimaan daerah yang mencapai 17,99 %, yaitu dari 755,8 Milyar lebih pada Tahun 2007 menjadi 891,8 Milyar lebih pada Tahun 2008.

b.       Progress sisi pendapatan asli daerah yang mencapai 3,95 %, yaitu dari 56,46 Milyar lebih pada Tahun 2007 menjadi 58,69 Milyar lebih pada Tahun 2008, meski demikian dalam tinjauan kontribusi PAD terhadap penerimaan daerah masih tergolong kecil, yaitu baru mencapai 6,58 %.

c.        Meningkatnya kekuatan anggaran belanja daerah Tahun 2008 yang mencapai 13,99 % dibanding Tahun 2007, dengan disertai proporsional komposisi distribusi antara belanja gaji pegawai dan belanja kegiatan dengan ratio 42 : 58.



3.       Tercapainya peningkatan kapabilitas daerah yang terukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 65,99 % atau mengalami progress dibanding tahun 2007 yang mencapai 65 %.

4.       Terwujudnya upaya penurunan rangka pengentasan kemiskinan, yang dapat terlihat dari indikasi terus menurunnya jumlah penduduk miskin mulai Tahun 2005 sampai Tahun 2008, yaitu dari 640.980 orang (166.568 RTM) pada Tahun 2005, menjadi 566.695 orang (160.663 RTM1) pada Tahun 2006, menurun menjadi  128.981 RTM2 pada Tahun 2008 (data sangat sementara).  Dengan demikian, dari target sasaran penurunan sebesar 4,5 % dibanding Tahun 2005 (atau menjadi 615.341 orang (159.905 RTM)), ternyata angka kemiskinan pada Tahun 2008 berhasil ditekan 22,57%. Meskipun harus diakui secara ratio makro, jumlah RTM berbanding jumlah KK di Kabupaten Bojonegoro masih tergolong cukup tinggi, yaitu mencapai 34,59% (128.981 RTM : 372.872 KK).

5.       Terwujudnya upaya penurunan angka pengangguran, yang direncanakan menurun 3 % pada setiap tahunnya, dimana sampai dengan Tahun 2008 angka pengangguran mencapai 112.241 dibanding target 132.851 orang pada akhir masa RPJM 2006-2008. Dengan demikian, angka pengangguran Tahun 2008 mengalami penurunan 25,92 % dibanding tahun 2007 yang mencapai 151.523 orang. Meskipun harus diakui pula bahwa secara ratio makro, jumlah penganggur berbanding jumlah Angkatan Kerja di Kabupaten Bojonegoro masih tergolong cukup tinggi, yaitu mencapai 16,90% (112.241 penganggur : 663.988 Angkatan Kerja)


 B. PENUTUP
Pencapaian pembangunan dari hasil pelaksanaan tugas penyelenggaraan Pemerintahan di Daerah Kabupaten Bojonegoro yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2008 telah dapat dilalui, dan hal tersebut menunjukan seluruh aktivitas pelaksanaan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan oleh seluruh unit kerja Pemerintah Kabupaten Bojonegoro selama kurun waktu satu tahun.
Hasil pelaksanaan tugas penyelenggaraan Pemerintahan di Daerah Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran 2008, yang dipertanggungjawabkan oleh Bupati kepada Pemerintah Pusat melalui Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah ( LPPD ), pemberian laporan keterangan pertenggungjawaban kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), serta pemberian Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah ( ILPPD ) kepada masyarakat merupakan implementasi dari penyelenggaraan pemerintahan di daerah yang pada hakekatnya diarahkan guna mencapai perubahan kondisi fisik dan sosial masyarakat yang lebih baik. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004.
 Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Bojonegoro Tahun 2008 ini memberikan gambaran seluruh realisasi dari rangkaian kegiatan penyelenggaraan Pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan Kabupaten Bojonegoro tahun 2008, yang pada dasarnya merupakan sebuah prestasi umum atas kinerja Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berikut capaian kinerjanya.
 Keberhasilan pembangunan tersebut merupakan keberhasilan seluruh masyarakat Kabupaten Bojonegoro dengan dasar peran serta aktif masyarakat yang bekerja keras dengan mengerahkan segala sumber daya serta kemandirian untuk mencapai kesejahteraan hidup yang lebih baik serta dukungan segenap aparat pelaksana yang andal dari seluruh bidang-bidang pemerintahan yang secara aktif dan transparan berusaha untuk mengeluarkan segenap kemampuan dan upaya untuk melayani seluruh komponen masyarakat Kabupaten Bojonegoro.

 Hasil Pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Tahun 2008 yang diarahkan pada pemihakan dan pemberdayaan harus dipahami sebagai suatu transformasi dalam hubungan sosial, ekonomi, budaya dan politik masyarakat. Skenario pembangunan tersebut memunculkan pemikiran bahwa kebijakan pembangunan daerah harus diletakkan untuk mampu melihat ke depan tanpa mengabaikan realitas yang terjadi serta tetap memperhatikan kondisi masyarakat di daerah. Dalam hal ini orientasi pada pemberdayaan seluruh potensi masyarakat dapat diyakini sebagai basis pertumbuhan yang kokoh dan merata.
 Namun perlu juga difahami bahwa berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program / kegiatan pembangunan selama tahun 2008, belum dapat sepenuhnya menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Kompleksitas permasalahan serta daya serap pembangunan yang terbatas tidak akan menjadi hambatan dalam proses pembangunan kedepan, namun akan menjadi pembelajaran untuk dapat membangun Kabupaten Bojonegoro menjadi lebih baik.



DAFTAR PUSTAKA
www.bojonegorokab.go.id/pdrb
 

Jurnal


JUDUL JURNAL

Prediksi Penawaran dan Permintaan Kedelai dengan Analisis Deret Waktu


 


PENULIS

Della Alfiarnita         ( 11110767 )
Fitri Yani                  ( 12110842 )
Pandu Hidayat         ( 15110302 )
Satria Ramadhani    ( 16110405 )              

NAMA JURNAL

Informatika Pertanian

VOLUME
Volume 17 no. 2, 2008



 



 
 HALAMAN

 Pendahuluan                                                          1
 Masalah / Tujuan                                                   1
 Tinjauan Pustaka                                                   1
 Hipotesis                                                                1
 Variabel yang digunakan                                       2
 Sampling                                                                2









 



 PENDAHULUAN

            Kedelai dengan nama lain Glycine max (kedelai kuning, Glycine scja (kedelai hitam) merupakan sumber protein nabati utama bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Kedelai merupakan tumbuhan serbaguna, karena akarnya memiliki akar pengikat nitrogen bebas, tanaman nya dapat digunakan sebagai pupuk hijau dan pakan ternak.
            Produk kedelai yang paling dikenal oleh masyarakat adalah tempe. Indonesia merupakan Negara produsen tempe terbesar didunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai di Indonesia dilakukan dalam bentuk tempe, 40% dalam bentuk tahu, 10% dalam bentuk lain.
            Upaya peningkatan kedelai di Indonesia baik dari segi kualitas dan kuantitas terus diupayakan oleh pemerintah. Pengembangan komoditas kedelai untuk menjadi unggulan sub sector tanaman pangan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang terkait, upaya perencanaan pembangunan pertanian khususnya untuk komoditas kedelai.

MASALAH / TUJUAN

            Produktivitas kedelai Indonesia masih dibawah Negara – Negara asia lainnya seperti Cina , Jepang, Thailand dan Vietnam. Dikarenakan kedelai yang banyak dikembaangkan di Indonesia adalah kedelai putih yang bukan merupakan tanaman asli daerah tropis.
            Selain itu jumlah pemerataan distribusi kedelai di Indonesia tidak merata karena struktur tanah dan lahan yang kurang baik. Sehingga jumlah kedelai yg dihasilkan atau ditawarkan tidak sesuai dengan permintaan pasar.

TINJAUAN PUSTAKA

            Di tinjau dari keadaan dan fakta yang ada , ada 2 tujuan utama dari pembuatan analisis dan jurnal ini yaitu;
a.    mengidentifikasikan fenomena kejadian fakta yang disajikan oleh
sekumpulan observasi
b.    peramalan yang memprediksi penilaian di masa mendatang

HIPOTESIS

Ada dua model metode pengujian dalam winter’s method yaitu model multiplikatif dan additive. Bentuk persamaan dari model multiplikatif:
                                               
Xt = Tt * Ct* St * It
Xt = luas panen waktu ke-t
Tt = komponen trend untuk waktu ke-t
Ct = komponen siklus untuk waktu ke-t
St = komponen level atau musiman untuk waktu ke-t
It  = komponen kesalahan acak ( statsoft, 2008a)






 



 VARIABEL YANG DIGUNAKAN

Kedelai Putih Dan kedelai Hitam


SAMPLING

Lampiran 1. Provinsi Sentra Produksi Kedelai di Indonesia, 2003-2008.


Lampiran 2. Perkembangan Konsumsi dan Ketersediaan Kedelai per Kapita,
Tahun 1990-2006.


Lampiran 3. Perkembangan Luas Panen Kedelai 5 (lima) Negara Besar, 2003-2007.

Lampiran 4. Perkembangan Produksi Kedelai 5 (lima) Negara Besar, 2003-2007.

Lampiran 5. Perbandingan Angka Sasaran dan Hasil Proyeksi Luas Panen,
Produktivitas dan Produksi Kedelai Indonesia, Tahun 2008-2010.







Sumber :
*) Ditjen Tanaman Pangan.
**) Badan Pusat Statistik.
***) Diolah Pusdatin.




 KESIMPULAN

1.  Kedelai merupakan salah satu komoditas palawija yang prospek pengembangannya masih sangat besar di masa yang akan datang. Berdasarkan angka ramalan III tahun 2008 (BPS), Luas panen kedelai di Indonesia adalah 579,59 hektar, Produktivitasnya adalah 13,13 ku/ha dan produksi 761,21 ribu ton. Laju pertumbuhan permintaan kedelai adalah 0.05% per tahun.
2.  Model analisis untuk luas panen dibuat dengan metode Winter Multiplicative dengan persamaan Xt = Tt * St * It dimana nilai MAPE-nya 14.
3.  persamaan model regresi untuk produktivitas adalah Yt = 11,32 + 0,399t – 0,325DII dengan nilai R2 = 76,9%
4.  Persamaan model trend linier untuk permintaan kedelai adalah Yt = 12.2441 – 0.284902*t dengan MAPE = 9,44.
5.  Berdasarkan model yang disusun, tahun 2009 dan 2010 diperkirakan Indonesia masih akan defisit kedelai sebesar 771ribu ton untuk tahun 2009 dan 705 ton untuk tahun 2010. Untuk mengantisipasi hal ini maka perlu di lakukan penyusunan kebijakan yang tepat untuk dapat mencukupi kebutuhan akan kedelai dalam negeri.


KETERBATASAN

Walaupun dikatakan Indonesia merupakan Negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia, namun pemenuhan kebutuhan akna kedelain masih harus di impor dari luar. Ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang tinggi akan jenis kedelai putih. Kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan Cina. Pemuliaan serta domestikasi belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosintetif kedelia putih. Disisi lain, kedelai hitam yang tidak bersifat fotosintetif kurang mendapat perhatian dalam pemuliaan meskipun dari segi adaptasi lebih cocok bagi Indonesia.

IMPLIKASI

Olahan biji kedelai dapat dibuat menjadi berbagai bentuk seperti tahu, bermacam-macam saus penyedap (salah satunya kecap, yang aslinya dibuat dari kedelai hitam), tempe, susu, tepung, tauco,dan minyak ( yang nantinya di jadikan menjadi sabun, plastic, kosmetik, resin, tinta, krayon, pelarut dan biodiesel.


 

 

Dasar-dasar Kamera DSLR



Kamera DSLR saat ini sudah begitu populer di kalangan penggemar fotografi berkat kualitas hasil fotonya serta kecepatan kinerjanya. Berbagai merk dan tipe kamera dijual di pasaran dengan harga dan jenis yang berbeda-beda. Pada saat kita hendak membeli kamera DSLR tentu perlu terlebih dahulu mengenali jenis kamera tersebut dan disesuaikan dengan kebutuhan fotografi kita. Artikel kali ini akan memberi gambaran tentang kamera DSLR secara umum dan penggolongan berdasarkan kelas dan formatnya.
DSLR atau Digital Single Lens Reflex adalah kamera digital dengan format yang mengadopsi kamera SLR film yaitu memiliki lensa yang bisa dilepas, memiliki cermin mekanik dan penta prisma untuk mengarahkan sinar yang melewati lensa menuju ke jendela bidik. Saat tombol rana ditekan, cermin akan terangkat dan shutter terbuka sehingga menyebabkan sinar yang memasuki lensa akan diteruskan mengenai sensor. Proses eksposur diakhiri dengan menutupnya shutter dan cermin kembali diturunkan. Total waktu yang diperlukan dari shutter membuka hingga menutup lagi dinamakan shutter speed dan bisa diatur secara manual atau otomatis.
Perbedaan antara kamera SLR di era film dengan kamera digital SLR (DSLR) adalah pada media rekam gambar peka cahaya yang digunakan, dimana pada SLR digunakan film 35mm dan pada kamera DSLR digunakanlah sensor peka cahaya berjenis CCD atau CMOS. Karena sudah menggunakan sensor, maka DSLR layaknya kamera digital pada umumnya, memiliki rangkaian elektronik dan memiliki layar LCD untuk menampilkan gambar. Namun secara prinsip kerja, kamera DSLR masih memiliki modul yag serupa dengan kamera SLR film seperti modul auto fokus dan modul light meter untuk pengukuran cahaya.
Setiap merk kamera DSLR masing-masing mendesain sendiri mount untuk memasang lensanya. Kebanyakan mount ini tidak saling kompatibel, meski ada juga kamera yang berbagi desain mount lensa (seperti Nikon dan Fuji). Canon memiliki desain EF-mount untuk kamera DSLRnya, sedang Nikon memakai F mount yang tetap dipertahankan sejak 50 tahun yang lalu. Sebuah kamera DSLR masih bisa dipasang lensa lama asalkan mount-nya sama, meski bisa jadi ada fitur pada lensa modern yang tidak kompatibel. Lensa DSLR modern sendiri kini sudah dilengkapi dengan fitur stabilizer, motor ultra sonic untuk auto fokus hingga CPU untuk bertukar informasi dengan kamera.
Seputar sensor DSLR
Kamera DSLR memiliki keunggulan dalam hal ukuran sensornya yang jauh lebih besar dibanding kamera digital biasa. Hal ini kamera ukuran sensor dibuat menyamai ukuran film analog 35mm atau yang dikenal dengan sebutan full frame (36 x 24mm). Sensor yang besar artinya setiap pikselnya memiliki ukuran yang lebih besar, sehingga kemampuan dalam menangkap cahaya lebih baik. Maka itu kamera DSLR memiliki kemampuan ISO tinggi yang baik dimana pada ISO tinggi pun noisenya masih terjaga dengan baik. Namun dengan sensor yang berukuran besar, biaya produksi kamera DSLR menjadi tinggi khususnya DSLR full frame. Selain memakai sensor berukuran 35mm, kamera DSLR juga tersedia dengan sensor yang berukuran lebih kecil. Tujuannya adalah untuk menekan biaya produksi dan membuka kesempatan memproduksi lensa khusus yang bisa dibuat lebih kecil dan dengan biaya yang lebih murah.
Sensor yang lebih kecil dari sensor full frame biasa disebut dengan crop-sensor, karena gambar yang dihasilkan tidak lagi memiliki bidang gambar yang sama dengan fokal lensa yangdigunakan. Hal ini biasa disebut dengan crop factor, dinyatakan dengan focal length multiplier, suatu faktor pengali yang akan membuat fokal lensa yang digunakan akan terkoreksi sesuai ukuran sensor. Perkalian ini akan menaikkan fokal efektif dari fokal lensa yang dipakai sehingga hasil foto yang diambil dengan sensor crop ini akan mengalami perbesaran (magnification). Semakin kecil sensornya maka semakin tinggi crop factornya dan semakin besar perbesaran gambarnya.
Berikut adalah bermacam ukuran sensor kamera DSLR dan kaitannya dengan crop factor  :
  • Full frame 35mm (36 x 24mm)           : tanpa crop factor
  • APS-H (28.7  x 19mm)                       : crop factor 1,3x
  • APS-C (23.6 x 15.7mm)                     : crop factor 1,5x
  • APS-C (22.2 x14.8mm)                      : crop factor 1,6x
  • Four Thirds (17.3 x 13mm)                 : crop factor 2x
Lensa yang didesain untuk kamera DSLR full frame memiliki diameter image circle yang disesuaikan dengan ukuran sensor 35mm. Dengan semakin banyaknya DSLR dengan sensor yang lebih kecil daripada sensor full frame, maka kini semakin banyak dibuat lensa khusus dengan diameter image circle yang juga lebih kecil. Lensa ini dibedakan dengan penamaan khusus, misalnya memakai kode EF-S untuk Canon dan DX untuk Nikon. Lensa semacam ini berukuran lebih kecil dan tergolong lensa generasi modern yang sudah dilengkapi dengan CPU. Namun lensa dengan diameter kecil ini tidak bisa dipakai di DSLR full frame karena hasil fotonya akan mengalami vignetting (ada lingkaran di pojok foto akibat diameter lensa yang lebih kecil dari ukuran sensor).Jalur agak berbeda ditempuh oleh Olympus yang memakai sensor Four Thirds (4/3) di seluruh jajaran kamera DSLRnya, sehingga lensanya pun sudah didesain memiliki image circle yang sesuai dengan sensor Four Thirds.
Sebagai contoh, sebuah lensa fix 50mm akan memberikan panjang fokal efektif yang berbeda bila mengalami crop factor berikut :
  • 1,3x     : 65mm
  • 1,5x     : 75mm
  • 1,6x     : 80mm
  • 2x        : 100mm
Maka itu memahami ukuran sensor dari kamera DSLR yang dimiliki sangat diperlukan supaya kita tidak salah dalam memperhitungkan rentang fokal yang  dibutuhkan.
DSLR secara teknis
Kamera DSLR merupakan kamera tingkat lanjut yang memiliki komponen internal yang rumit dan presisi. Prinsip kerjanya mengandalkan cermin yang menutupi sensor sehingga gambar yang ditangkap oleh lensa dipantulkan oleh cermin menuju jendela bidik. Saat tombol rana ditekan, cermin akan turun sehingga sensor mendapat gambar yang ditangkap lensa lalu merekamnya kedalam file digital. Di dalam kamera DSLR terdapat modul auto fokus yang bekerja berdasar prinsip deteksi fasa dengan sejumlah titik sensor fokus. DSLR kelas mahal memiliki modul AF yang rumit dan punya banyak titik fokus, sementara DSLR kelas pemula memiliki modul AF yang lebih sederhana dengan hanya tiga atau lima titik AF. Selain modul AF, terdapat juga alat ukur cahaya yang bernama light meter, yang berfungsi menentukan nilai shutter dan aperture yang akan digunakan pada setiap kondisi pencahayaan.Light meter ini juga memiliki beberapa segmen sensor yang masing-masing mengukur intensitas cahaya lalu datanya akan dianalisa dan dirata-rata oleh prosesor kamera. Kamera DSLR profesional punya modul light meter yang sangat presisi dan jarang meleset dalam menentukan eksposur. Modul light meter di kamera DSLR pemula tergolong sederhana dan sesekali menghasilkan foto yang under atau over eksopsur sehingga perlu disiasati dengan kompensasi eksposur.
Seiring bertambah majunya perkembangan teknologi kamera DSLR, kini semakin umum dijumpai kamera DSLR dengan kemampuan live-view atau menampilkan preview gambar yang akan difoto melalui layar LCD. Pada kamera DSLR generasi awal, layar LCD hanya digunakan untuk menampilkan hasil foto saja, sedangkan untuk membidik hanya bisa melalui jendela bidik (viewfinder). Namun untuk sebuah kamera DSLR bisa melakukan live-view, kamera perlu menurunkan cermin supaya sensor bisa menerima gambar dari lensa. Akibatnya kamera kehilangan kemampuan auto fokusnya yang berbasis deteksi fasa. Sebagai gantinya, diberikanlah metoda auto fokus lain yang berbasis deteksi kontras seperti yang dipakai di kamera digital biasa. Perbedaan utamanya, auto fokus dengan deteksi kontras perlu waktu lebih lama untuk mengunci fokus padahal kamera DSLR itu identik dengan kinerjanya yang cepat. Pengembangan lebih lanjut dari live-view adalah memungkinkannya kamera DSLR modern untuk merekam gambar bergerak atau video. Kini semakin banyak kamera DSLR yang bisa merekam video beresolusi High Definition (HD) 1280 x 720 piksel bahkan 1920 x 1080 piksel.

sumber: fokusnusantara.com

Japan’s Eco TV – Flat Screen Hemat Energi



Japan's Eco TV Flat Screen
Japan's Eco TV Flat Screen
Saat ini perekonomian di dunia agak sulit, hal ini ternyata mampu memacu para pebisnis untuk berkreasi agar bisa menghemat dan tetap mampu berproduksi dan menarik pasar lebih luas. Salah satunya mungkin dapat dilihat di Jepang, dengan diproduksinya Eco-TV.
Persaingan antara Sharp, Panasonic dan Sony memang bukan hal yang mudah, untuk bisa menarik minat lebih dari pelanggan dan mampu menguasai pasar, mereka harus sama-sama mengembangkan teknologinya dengan membuat TV layar datar yang mampu disentuh dengan tangan secara langsung. Dalam arti, LCD dan Plasma TV yang berenergi lebih rendah dari biasanya, yang dapat menghemat penggunaan daya listrik.
Walaupun alasan utama dari pembelian TV layar datar memang biasanya didasari oleh keindahan TV yang dilihat secara visual, namun menurut Michiyuki Sugino, deputi general manager dari sistem audiovisual Sharp, mengatakan bahwa seharusnya, untuk bisa memilih TV layar datar yang bagus, calon pembeli harus menggunakan tangan secara langsung untuk bisa menyentuh TVnya. Pada umumnya, jika kita menyentuh TV secara langsung, kita dapat merasakan panas yang dihasilkan oleh komponen elektronik di dalam TV yang berlebihan. Hal ini tentu saja nantinya akan mengakibatkan pengguna TV tersebut akan membayar listrik lebih mahal. Untuk itu, Sharp akhirnya meluncurkan 32” D Series Aquos TV yang jauh berbeda dengan TV layar datar biasa. Hal yang mengejutkan bila calon pembeli menyentuh bagian depan maupun belakang dari TV, mereka tidak akan merasakan panas sama sekali. Sangat berbeda bukan?!
Inilah keunggulan dari jenis Eco-TV yang mampu menghemat energi dan ramah lingkungan yang saat ini sedang marak di Jepang. Tidak mau kalah dari Sharp, Sony juga memproduksi Eco-TV dengan tipe Bravia VE5 Series yang mampu menghemat energi 40 % dibanding dari LCD TV biasa. Fitur tambahan di dalamnya adalah sensor yang mampu mendeteksi gerakan, jika tidak ada gerakan di depannya sama sekali, maka TV akan mati secara otomatis.
Panasonic seperti tak mau lepas dari tren, maka akhirnya meluncurkan tipe 42” Viera V series bulan ini. Tipe ini lebih menghemat energi dibanding generasi sebelumnya. Dengan ditingkatkan teknologi di bidang Eco-TV, diharapkan tidak akan meningkatkan dari segi harga.

sumber : beritateknologi.com




Cara Kerja NOS


Kalau agan gak tau apa itu nos ni berikut adalah informasinya semoga memberikan inspirasi dan ide baru untuk modifikasi motor, atau mobil balap dan juga motor drag

Cara Kerja NOS

Nitrous atau bekennya NOS dari N2O ini sering disamakan dengan NOS atau nitrous oxide system. sebetulnya NOS adalah merk nitrous buatan Holley Motor Company.
Nitrous ini, apapun merknya prinsip kerjanya sama. Nitrous yang mengandung N2O ini kondang di ajang balap terutama drag race dan tuning di modifikasi mesin.

Cara kerjanya, nitrous yang berbentuk cair dalam tabung bertekanan ini cepat menguap di tekanan atmosphere. senyawa ini yang masuk ke combustion chamber ini pecah menjadi 2 unsur yaitu nitrogen dan oxygen, kadar oxygen di senyawa nitrous oxide ini melebihi 1/2 kadar oxygen di udara. bercampurnya oxygen ini dengan senyawa hidrokarbon yang selalu terdapat di bahan bakar seperti bensin, solar maupun alkohol ini menghasilkan tekanan kompresi yang ngedongkrak tenaga mesin dalam waktu instan selama nitrous ini masih berada di chamber, peranan nitrogen disini adalah sebagai pendingin, kompresi dan output tenaga yang instan ini bakal menghasilkan panas yang meningkat instan juga, struktur diatomik nitogen di N2 ini sangat stabil sehingga boost besar pun memungkinkan,Kandungan Oksigen yang dimiliki NOS adalah 36% dari total berat NOS itu sendiri.
Didalam ruang bakar, Nitrous Oxide memisahkan diri menjadi Nitrogen dan Oksigen.
Jika bercampur dengan bahan bakar, Oksigen akan membantu pembakaran. Pada tekanan tinggi, sekitar 800psi, Nitrous Oxide berbentuk cairan. Botol dan tabung yang menampungnya tentu harus cukup kuat. Jika katup tabung tidak bekerja dengan baik, cairan akan merembes keluar dan langsung berubah menjadi gas lagi. Nitorus Oxide sangat peka terhadap perubahan panas. Pada saat bertekanan menjadi sangat membahayakan. Jika terkena anggota tubuh, maka anggota tubuh akan beku dan putus. Hal ini lazim disebut frost bite, yaitu hal yang sering dialami para pendaki gunung pada ketinggian 5000km diatas permukaan laut

penggunaan purge valve yang sering dikatakan ''keren'' ini sebetulnya ada gunanya, purge valve ini fungsi utamanya sebagai alat pembuang angin di saluran. sehingga nitrous langsung berada di selenoid.

tipe pemasangannya ada beragam

1. Wet System
Pemasangan diantara manifold dan throttle body. atau single nozzle di saluran intake. pemasangan ini mencampurkan nitrous dan bahan bakar di nozzle sehingga dinamakan wet system, pemasangan ini relatif paling simple dan settingan lebih mudah.

2. Dry System
Pemasangan ini membutuhkan extra injektor untuk bahan bakar, pemansangan nozzle di saluran intake. nitrous akan bercampur dengan bensin di extra injektor ini, lalu kemudian bercampur lagi dengan injektor bahan bakar, baru masuk ke chamber. pemasangan dan settingan lebih rumit karena setting air-fuel ratio lebih susah. carnya bisa dengan mengakali MAF sensor. nozzle ini biasanya diset dalam sudut 90 derajat.

3. Direct Port System
Pemasangan yang paling rumit. ini membutukan pengeboran di manifold. pemsaangan yang langsung ke intake port mesin. prinsipnya mirip dengan wet system. cuma nozzle yang bercampur bahan bakar+nitrous ini disalurkan secara mandiri ke tiap cylinder. ada lagi jenis direct system yang multi-point. ini menghasilkan tenaga paling besar. nitrous disalurkan memalui 1 nozzle untuk 1 cylinder. ini juga memungkinkan pemasangan selenoid yang lebih besar.
masuknya nitous ini via selenoid dan fogger jenisnya pun beragam.



Pemakaian nitrous identik dengan kecepatan instan dan tenaga instan. banyak yang terjadi di mesin untuk menghasilkan tenaga kompresi yang besar. salah satu yang perlu diketahui, penambahan tenaga ini selain jg identik dengan panas, identik juga dengan kenaikan kompresi. kenaikkan kompresi ini yang bisa mengakibatkan mesin berumur pendek
kompresi yang sudah tinggi disarankan untuk tidak memasang nitrous dengan settingan yang tinggi. ini sangat fatal untuk mesin. hanya settingan rendah yang dianjurkan buat keawetan mesin di jangka panjang.

Untuk mobil yang telah dilengkapi turbo atau supercharged. pemasangan nitrous juga harus diperhitungkan secara teliti . walaupun mesin mobil tersebut sudah berkompresi rendah, tetapi saat N2O masuk, kompresi naik drastis. ini menghasilkan lonjakan tenga yang besar. disaat kompresi tinggi oleh boost, pemakaian nitrous bisa fatal kalau tidak disertai timing, dan setting yang tepat. boost yang tinggi oleh turbo/supercharger, ditambah nitrous bisa berakibat komponen mesin mobil bisa rusak. mulai dari head, valves. sampe piston, conrod bahkan sampe crankcase kalau extreme, ada juga yang sampai retaknya blok dikarenakan mesin tidak bisa menahan lonjakan kompresi dan panas yang dihasilkan nitrous.

pemasangan nitrous, apapun tipe dan merknya. harus dipasang di orang yang mengerti dan ahli.

Merk terkenal seperti pencetus nitrous, NOS. sampe NX express, VENOMdanmerk dan lain-lain, VENOM merupakan salah satu merk termahal disini. ini dikarenakan sudah dilengkapi dengan modul untuk mengatur settingan nitrousnya.
sumber : ototrendz.com/blog

iPhone dan Android Sebentar Lagi Jadul

 Kompasianer menilai menarik Dunia semakin maju dengan perkembangan teknologinya. Para ahli yang bergerak di bidang teknologi berlomba dan bersaing menggunakan seluruh kemampuannya untuk terus menciptakan karya yang semakin canggih.Bahkan banyak lahir teknologi yang sebelumnya tak terpikirkan oleh manusia.
Karena saking mutakhirnya.
Komunikasi suara atau gambar tanpa menggunakan jaringan kabel pada telepon genggam misalnya. Saat ini bahkan sedang dikembangkan listrik nirkabel alias menyalurkan listrik tanpa kabel.
Khususnya perkembangan alat komunikasi yang bernama handphone atau smartphone yang dari hari ke hari semakin canggih dan mudah pengoperasiannya.
Telepon genggam sekarang bukan lagi alat sekadar untuk komunikasi suara dan tulisan berupa SMS. Tapi sudah multifungsi.
Kini dari sebuah handphone atau smartphone kita bisa menyimpan berbagai file penting, mendengarkan musik, menonton film, melakukan pembayaran, berjualan, promosi produk, dan lainnya.
Di teknologi alat komunikasi ini seperti kita tahu ada beberapa penguasanya yang terus eksis. Ada Nokia, Samsung, Motorola, HTC, RIM dengan BlackBerry-nya, Apple dengan iPhone-nya, dan beberapa lagi.
Berbagai teknologi canggih dibenamkan dalam produk yang diluncurkan demi untuk menarik para pengguna.
Dimana awalnya produk sebuah telepon genggam untuk mengoperasikannya hanya menggunakan tombol-tombol. Kini bermunculan dengan menggunakan layar sentuh.
Semakin mudah dan memanjakan para pengguna. Karena itulah tuntutan konsumen masa kini yang tidak mau repot.
Era layar sentuh baru beberapa saat marak dan era android mulai menguasai yang dianggap sebagai era baru teknologi. Dimana Apple dan Google sebagai motornya dalam teknologi ini.
Tetapi Nokia melalui Marco Ahtisaari yang adalah penanggung jawab semua desain handphone atau smartphone Nokia sudah sesumbar. [Menurut dia, Nokia tengah mengembangkan sebuah smartphone dengan tampilan yang amat modern.
Bahkan, seperti dikutip detikINET dari BGR, Minggu (25/3/2012), Ahtisaari juga berani sesumbar bahwa rancangannya ini bakal membuat iPhone atau ponsel Android terlihat jadul. Sayangnya, ia belum mau menyebutkan secara detail ponsel yang dimaksud.
Ahtisaari hanya membocorkan sedikit tentang fitur andalan seperti teknologi magnetic tattoo yang baru dipatenkan Nokia. Nantinya, kata dia, smartphone ini bisa dioperasikan tanpa menyentuh layar.]
>dikutip dari Detik.com<
Mengoperasikannya tanpa memencet tombol-tombol atau menyentuh layar?
Itulah maksud sosok penting di Nokia, Marco. Produk yang bernama Windows Phone Nokia nantinya dioperasikan hanya dengan perintah suara dan sensor gerak.
Padahal seperti kita ketahuan, pada iPhone 4 fitur suara (siri) sudah dibenamkan.
Memencet-mencet tombol dan menyentuh layar, mungkin akan menjadi masa lalu. Sebentar lagi jamannya perintah suara dan sensor gerak.
Beberapa waktu yang lalu saya juga berpikir, pada saatnya nanti. Untuk mengoperasikan sebuah smartphone atau laptop cukup dengan memikirkannya saja.
Jadi, ketika hendak menulis, cukup tiduran dan memejamkan. Lalu semua yang hendak ditulis muncul dengan sendirinya di layar. Enak, kan?

sumber :kompasiana.com

PEMANFAATAN TEKNOLOGI NANO DI DALAM INDUSTRI PENGOLAHAN BAHAN MAKANAN


Makanan merupakan salah satu kebutuhan terpenting dalam kebutuhan manusia . Oleh karena itu berbagai upaya telah dicoba dan dilakukan agar kebutuhan akan pangan dapat terpenuhi dengan baik. Pada awalnya jumlah atau kuantitas menjadi tujuan utama dari berbagai usaha memaksimalkan hasil yang dilakukan , misalnya dengan intensifikasi dan ektensifikasi pertanian. Upaya dengan orientasi jumlah ini masih dilakukan oleh negara sedang berkembang dimana kekurangan akan bahan pangan masih sering terjadi sebagai akibat kondisi lingkungan ataupun ketidakstabilan politik. Sedangkan di negara maju , sudah mampu menerapkan cara-cara memaksimalkan hasil untuk mencapai tujuan kuantitaf di dalam produksi, sehingga jumlah produk bahan pangan sudah dapat memenuhi permintaan sendiri bahkan berlebih. Karena hal tersebut mereka lebih menekan kan upaya peningkatan kualitas produk bahan pangan yang dihasilkan .
Disamping itu surplus produk pangan yang dihasilkan mendorong negara maju melakukan perdagangan dengan negara lain yang masih belum dapat memenuhi kebutuhannya akan produk tersebut . Hal ini yang menjadi latar belakng berkembangnya industri pengolahan bahan makanan.
Pasar yang sangat kompetitif menyebabkan teknologi sangat penting untuk menjaga agar konsumen tetap loyal pada suatu produk tertentu. Konsumen membutuhkan makanan dengan kualitas yang baik , sehingga dimasa yang akan datang produk yang mempunyai karakteristik kaya rasa , tahan lama , segar dan aman akan menguasai pangsa pasar.
Teknologi nano yang merupakan teknologi yang relatif baru adalah teknologi yang melibatkan pembuatan dan rekayasa material organik dan anorganik untuk menghasilkan material nano . Material nano ini selanjutnya dapat dipergunakan untuk pembuatan instrument nano. Metode yang teliti dan efektif dapat dikembangkan dengan menggunakan instrumen ini .
Kajian ini akan membahas mengenai berbagai macam metode pemanfaatan teknologi nano terutama dalam bidang pemrosesan bahan makanan.
Pengertian Teknologi Nano
Definisi dasar dari teknologi nano adalah suatu proses rekayasa dari fungsi sistem pada tingkat molekular. Teknologi ini mengacu pada manipulasi atau perakitan diri dari atom , molekul atau kelompok molekul menjadi material atau alat dengan sifat-sifat baru. Cara kerjanya melalui proses “ top down “ ataupun “ bottom up “. Top down berarti memperkecil ukuran sampai pada skala nano contohnya diterapkan pada elektro nano dan rekayasa nano . Sedangkan bottom up merupakan kebalikan proses dari top up , dimana pada proses ini atom-atom atau molekul dimanipulasi sehingga menjadi susunan dengan skala nano . Hal ini lebih menyerupai biokimia atom.
Nano sendiri berasal dari kata Yunani yang berarti kerdil , kemudian diturunkan menjadi kata nanometer yang merupakan satuan pengukuran panjang , dimana satu meter sama dengan satu miliar nanometer atau selebar ukuran tiga atau empat atom. Teknologi nano secara umum merupakan pengembangan teknologi yang mengacu pada material dengan skala nano umumnya 0,1 sampai dengan 100 nanometer.
Teknologi nano mengalami perkembangan setelah diperkenalkan pertama kali oleh K. Eric. Drexler pada tahun 1980 –an.Menurut Mihail ( mike ) Roco dari US National Nanotechnology Initiative .Perkembangan teknologi nano dapat dibagi menjadi empat tahap.Tahap pertama merupakan periode sampai tahun 2000 , dimana struktur nano masih bersifat pasif. Pada periode ini partikel atau susunan nano didesign untuk melakukan hanya satu tugas. Contohnya adalah struktur nano terdispersi misalnya aerosol dan koloid serta produk yang berupa struktur nano misalnya coating , polimer dan keramik.
Tahap yang kedua berlangsung sampai dengan tahun 2005 . Pada tahap ini struktur nano bersifat aktif ( active nanostructure ) dan dihasilkan dua jenis sifat produk, yaitu :
1. Bio-active , produk jenis ini mempunyai efek terhadap kesehatan
Contohnya : targeted drugs , biodevice
2. Fisika –kimia aktif
Contohnya : 3D transistor , amplifier , actuator .
Sampai dengan tahun 2010 merupakan tahap ketiga yang disebut sebagai system of nanosystem . Pada tahap ini menonjolkan tentang sistem nano dengan ribuan komponen yang berinteraksi , misalnya robotic dan jaringan 3 D.
Beberapa tahun kemudian diharapkan sudah berkembang sistem nano yang terintegrasi dan dapat mempunyai fungsi menyerupai sel mamalia dengan sistem hierarki di dalam sistem tersebut . Misalnya design atomic.
Gambar 1. Tahap-tahap perkembangan teknologi nano
Teknologi nano kadang disebut sebagai teknologi yang mempunyai kegunaan umum, karena dengan adanya teknologi ini akan mempengaruhi berbagai bidang industri pada khususnya dan sosial pada umumnya . Dengan penerapan teknologi ini dalam industri maka akan tercipta produk yang lebih baik , lebih awet , lebih bersih dan lebih pintar .
Didalam industri makanan , produk yang menerapkan teknologi nano di dalam proses produksinya disebut sebagai “ nanofood “.Sehingga dapat diambil suatu pengertian bahwa nanofood adalah makanan yang menerapkan teknologi nano baik secara teknik maupun peralatan yang dipergunakan dalam proses pengolahan , produksi maupun pengemasan . Nanofood bukan berarti makanan yang dimodifikasi secara atomic ataupun diproduksi dengan menggunakan mesin nano. . Meskipun ada pemikiran untuk mewujudkan hal tersebut , tetapi hal itu masih sangat jauh dari kenyataan.
Penerapan Teknologi Nano dalam Industri Makanan
Secara umum penerapan teknologi dalam industri makanan dapat dibagi menjadi beberapa bidang , yaitu : proses ( processing ) , pengawetan ( preservation ), peningkatan cita rasa dan warna ( flavor and colour improvement ) , keamanan ( safety ) dan pengemasan ( packaging ).
1. Dalam bidang proses ( processing )
Teknologi nano memberikan alternatif dalam pemrosesan makanan sehingga akan dihasilkan produk dengan kualitas yang lebih baik . Penerapan teknologi ini dalam pemrosesan makanan meliputi dua hal , yaitu :
a. Sintesa bahan
Proses sintesa bahan meliputi pembuatan makanan fungsional ( interactive food ) . Makanan fungsional merupakan makanan yang dapat merespon kebutuhan tubuh akan suatu nutrien dan memenuhi kebutuhan itu dengan cara yang efisien. Salah satu contoh yang sudah dikembangkan adalah nanocapsule yang mengandung minyak ikan tuna ( sumber asam lemak omega 3 ). Nanocapsule ini didesign untuk dapat pecah setelah mencapai perut , sehingga rasa tak enak dari minyak ikan tidak mengganggu .Produk lain yang telah dikembangkan adalah Nano-Sized Self-Assembled Liquid Structure ( NSSL ) yang merupakan teknologi yang dapat mengantarkan nutrien dalam ukuran partikel nano ke dalam sel .
Partikel nano yang dipergunakan dapat berupa ” soft particle ” yang berupa bahan organik atau ” hard particle ” yang berupa bahan non organik. Partikel nano yang dapat dimakan ( edible ) dapat dibuat dari bahan silikon atau keramik. Bahan yang lain juga dapat digunakan apabila dapat bereaksi dengan panas tubuh atau secara kimia dapat bereaksi dengan reaksi kimia dalam tubuh seperti polimer .
b. Proses pemecahan ( fraksinasi )
Proses fraksinasi secara umum adalah pemecahan ukuran molekul suatu senyawa sampai dengan ukuran partikel nano ( ukuran diameter 1 – 100 nm ).Proses ini banyak digunakan pada pembuatan emulsi , gel dan foam . Produk yang telah dikembangkan adalah ice cream rendah lemak dengan kandungan lemak berkisar 16 % sampai dengan 1 % . Ice cream jenis ini dibuat dengan cara memperkecil ukuran partikel emulsi sampai dengan ukuran nano . Partikel emulsi ini akan memberi tekstur yang baik pada ice cream.
2. Peningkatan cita rasa ( flavor and colour improvement )
Cita rasa adalah salah satu indikator kualitas dari suatu produk makanan . Dalam hal ini konsumen sangat memegang peranan penting.
Teknologi nano mamberikan pengembangan makanan interactive yang memberikan kebebasan konsumen untuk memilih rasa dan warna dari makanan yang akan dimakan. Pembuatan nanocapsule yang berisi warna dan rasa makanan memberikan peluang pada konsumen untuk memilih rasa dan warna yang diinginkan. Nanocapsule ini akan bersifat inert sampai dengan makanan dikunyah dalam mulut .
3. Pengawetan ( preservation )
Makanan merupakan komoditas dengan karakteristik mudah rusak dan tidak tahan lama .Untuk mempertahankan kualitas agar sama dengan pada saat diproduksi , maka produk makanan harus melalui proses pengawetan baik secara fisik maupun kimia .Teknologi nano memberikan cara baru dalam proses tersebut., diantaranya adalah :
- Pemberian nanopartikel silver dalam plastik pada saat produksi kaleng untuk penyimpanan makanan . Nanopartikel silver dapt membunuh bakteri yang hidup di makanan yang disimpan dalam kaleng. Hal ini dapat mengurangi resiko adanya bakteri yang membahayakan kesehatan.
- Penggunaan nanopartikel silikat dalam plastik film yang digunakan untuk pengemasan makanan. Partikel nano ini dapat berfungsi sebagai penghalang yang dapat mencegah perpindahan gas seperti oksigen dan uap air dari dan ke dalam kemasan makanan.Mekanisme ini dapat mencegah terjadinya kerusakan makanan.
- Penambahan nanopartikel zinc oksida pada plastik yang dipergunakan untuk pengemasan makanan. Partikel zinx oksida dapat menghalangi sinar ultraviolet . Disamping itu partikel tersebebut memberikan efek antibakteri , meningkatkan kekuatan dan stabilitas plastik film .
4. Keamanan ( safety )
Faktor keamanan juga merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan oleh konsumen sebelum mereka membeli suatu produk makanan. Produsen harus mampu memberikan keyakinan kepada konsumen mengenai keamanan makanan yang diproduksinya .
Teknologi nano mengembangkan cara untuk menjamin keamanan suatu produk makanan. Penerapan nanosensor pada plastik yang dipergunakan untuk pengemasan , memungkinkan untuk mendeteksi gas yang keluar dari makanan yang sudah rusak . Gas tersebut akan memicu nanosensor sehingga nanosensor akan memberi respon berupa perubahan warna pada kemasan . Dengan perubahan warna tersebut , konsumen akan tahu bahwa makanan yang ada di dalam makanan tersebut sudah tidak dapat dikonsumsi .
Penggunaan nanosensor tidak hanya pada kemasan , tetapi juga pada proses produksi . Nanosensor dikembangkan untuk dapat mendeteksi bakteri dan berbagai kontaminan seperti salmonella yang mungkin ada di dalam makanan pada unit pengemasan. Dengan teknik ini , pengujian sampel dapat dilakukan lebih sering tanpa harus mengirim sampel ke laboratorium dan menekan biaya pemeriksaan.
5. Pengemasan ( packaging )
Pengembangan teknologi pengemasan ditujukan untuk memperpanjang umur dan mempermudah distribusi produk kepada konsumen . Sistem pengemasan untuk masa yang akan datang diharapkan mampu menutup lubang-lubang kecil pada kemasan dan memiliki respon yang baik terhadap lingkungan ( contohnya perubahan suhu dan kelembaban). Teknologi nano yang sudah diterapkan dalam bidang ini contohya adalah penggunaan ”clay nanocomposite ”yang disebut imperm dalam botol ringan , karton dan kemasan plastik film yang lain dan berfungsi sebagai penghalang yang bersifat impermeable terhadap gas- gas seperti oksigen atau karbondioksida .Nanocomposite ini banyak digunakan pada botol bir dan minuman ringan yang membutuhkan kemasan bersifat impermeableterhadap gas .
Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa teknologi nano yang diterapkan dalam industri pengolahan bahan makanan secara umum bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari produk makanan yang dihasilkan sehingga dapat memenuhi keinginan dari konsumen .Penggunaan teknologi nano dalam industri makanan masih terus dikembangkan sampai saat ini .